Sang Pembelajar

Senantiasa berusaha belajar menjadi yang terbaik agar bisa berdaya guna bagi masyarakat sekitarnya

Selasa, 19 April 2011

RASA BERSALAH

"Ketika aku berbuat salah, aku merasa bahwa aku berada di suatu pulau yang tidak berpenghuni kecuali diriku. Aku melangkah mencari jalan keluar dari pulau itu, berharap ada perahu yang bisa membawaku pergi darinya. Atau kalau tidak, cukuplah sekeping papan yang bisa membantuku berenang untuk segera lari menuju taman yang dulu aku pernah berada disana.
Ketika aku berbuat salah, aku merasa seperti orang tersesat du jalan-jalan raya;didorong oleh rasa takut aku terus melangkah namun aku tak tahu kemana harus pergi, aku hela tungganganku tapi ia berlari tanpa arah.
 Ketika aku berbuat salah, aku meras sakit tpi tidak seperti yang dirasakan orang-orang sakit;aku tersesat seperti orang buta kehilangan tongkat;kehilangan seperti anak yatim yang tak punya tempat kembali;terluka seperti lukanya orang yang teraniaya ketika merintih,menagis dan terus mengangis.
Ketika aku bersalah, aku berjalan di antara tunggangan-tunggangan yang berlari tak tentu arah. Tidak ada yang dapat kutemui kecuali Tuhanku, yang mengampuni segala dosa tanpa peduli. Aku tersesat. Aku bodoh. Dan aku telah melakukan banyak kesalahan, maka aku berharap ampunan-Mu. Aku sadar, betapa besar kesalahanku. Tapi aku yakin bahwa maaf-Mu jauh lebih besar dan lebih agung."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar