Sang Pembelajar

Senantiasa berusaha belajar menjadi yang terbaik agar bisa berdaya guna bagi masyarakat sekitarnya

Rabu, 11 Mei 2011

MEMAHAMI

Memang bergaul dengan banyak manusia butuh kesabaran ekstra. Kenapa..? Karena manusia itu makhluk yang unik..memiliki berbagai macam karakter (kalau istilah teman-teman bawaan orok). Dimana dia dilahirkan...dimana dia dibesarkan..dimana dan dengan siap dia bergaul...itu menjadi campuran dari karakter yang sudah dibawa secara genetika oleh masing-masing kita.
Hmmm..memang manusia makhluk yang unik dan khas, disinilah titik awal yang menjadi sebab hubungan semakin erat atau malah sebaliknya. Oleh karena memang kata guru saya bergaul dengan berbagai macam manusia membutuhkan seni tersendiri. Kalau kita memaksakan kita bisa sakit hati atau terluka..kalau diam atau dingin bisa dikira kita cuek atau masa bodoh...memang benar-benar suatu hal yang dinamis jika bergaul dengan manusia.
Jadi ingat cuaca Indonesia saat ini, tidak tentu,,begitulah juga jika bergaul dengan manusia juga bergantun cuaca alias mood masing-masing orang. Jika kebetulan mood lagi baik, otomatis semua jadi cair,enak dan nyaman..Akan tetapi sebaliknya, jika lagi bad mood..bisa berabe tuh..kawan bisa jadi lawan hanya gara-gara sepele...Maka itulah seni dan nikmatnya bergaul dengan manusia. Jika seandainya semau manusia mau saja belajar memahami maka pasti indah betul..perbedaan yang ada bukan jadi masalah...konflik yang timbul tidak sampai memecahkan..semua bisa diselesaikan secara dingin dan hangat. Tapi disitulah masalah terbesarnya. Sering kali kita sering menuntut agar manusia bisa memahami kita lebih dulu, padahal kata kuncinya adalah kemauan bersama untuk saling memahami. Kalau kemauan itu ada..wuiiiih indah betul hidup ini..karena semua manusia hatinya lapang dengan kekurangan manusia-manusia yang lain...
Semoga saya bisa belajar lagi untuk bisa memahami saudara-saudara dan rekan-rekan saya..karena dari merekalah saya bisa menemukan mutiara kehidupan ini....Thanks for all....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar