Sang Pembelajar
Senantiasa berusaha belajar menjadi yang terbaik agar bisa berdaya guna bagi masyarakat sekitarnya
Kamis, 28 April 2011
TEKHNOLOGI
Teknologi digunakan untuk membuat hidup manusia jadi lebih mudah lebih efisien dan lebih produktif...ada manusia yang mendewakan teknologi...ada juga yang anti dengan teknologi....secara sederhana kalo kita lihat saat ini..betapa produksi-produksi teknologi baru bermunculan di masyarakat, apakah masyarakat sudah siap menerima karena kebutuhan atau lebih karena tuntutan hidup alias gaya hidup...ini semua dikembalikan kepada kita sendiri..kenapa demikian..karena kita yang memegang uang dan mengendalikan keinginan...jadi selamat menikmati semua yang ada tinggal kita yang memutuskan sendiri dengan kacamata kita masing-masing.
MENULIS LAGI
Hmmmmm...sudah hampir 2 minggu tidak menulis lagi....Banyaknya kesibukan terus belum ada kesempatan untuk menulis didepan komputer menjadi salah satu kendala dalam menuangkan apa yang ada dalam hati maupun pikiran.
Banyak orang mengatakan menulis itu gampang alias mudah..tapi disisi lain ada juga yang mengatakan menulis itu sulit...ala kuli hal itu semua kembali kepada kita sendiri..mau dibuat gampang atau sulit...he..he..he...sebenarnya memang idealnya setiap hari kita harus mencoba untuk terus menulis dan terus menulis..coba bayangkan malaikat aja ndak bosen-bosennya menulis setiap amal yang kita lakukan nonstop 24 jam tiada henti..berhenti ketika kita sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa...
Menulis memang butuh kesabaran dan kontinuitas....jadi inget hadist bahwa Allah mencintai amal yang sedikit tapi kontinu..karena itu mampu menjaga seseorang dari kemalasan....nah menulis juga bagian dari proses melatih untuk melakukan amal yang sedikit tapi kontinu....mudah-mudahan kita bisa termasuk golongan yang dicintai Allah karena amal kita yang kontinu,....
Banyak orang mengatakan menulis itu gampang alias mudah..tapi disisi lain ada juga yang mengatakan menulis itu sulit...ala kuli hal itu semua kembali kepada kita sendiri..mau dibuat gampang atau sulit...he..he..he...sebenarnya memang idealnya setiap hari kita harus mencoba untuk terus menulis dan terus menulis..coba bayangkan malaikat aja ndak bosen-bosennya menulis setiap amal yang kita lakukan nonstop 24 jam tiada henti..berhenti ketika kita sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa...
Menulis memang butuh kesabaran dan kontinuitas....jadi inget hadist bahwa Allah mencintai amal yang sedikit tapi kontinu..karena itu mampu menjaga seseorang dari kemalasan....nah menulis juga bagian dari proses melatih untuk melakukan amal yang sedikit tapi kontinu....mudah-mudahan kita bisa termasuk golongan yang dicintai Allah karena amal kita yang kontinu,....
Rabu, 20 April 2011
KARAKTER
Karakter seseorang dibentuk oleh lingkungan dan kondisi yang menyertainya..siapapun dia berlaku hukum ini. Mengapa demikian..? Coba kita ingat-ingat sepanjang usia kita karakter yang saat ini mendominasi pribadi kita itu merupakan akumulasi interaksi yang membekas pada jiwa seseorang. Saya ingat tentang diri saya pribadi.. Banyak orang mengatakan bahwa saya adalah 'Raja Tega', tidak punya perasaan, dingin, dan semisalnya..saat itu saya tidak merasa demikian karena saya juga bergaul dengan banyak orang. Akan tetapi seiring dengan perjalanan waktu saya mencoba merenungi mengapa karakter ini menjadi dominan pada diri. Terlintas kembali memori pada waktu kecil maupun pada masa - masa remaja. Akhirnya jadi teringat bahwa memang masa kecil juga ikut berpengaruh pada pembentukan karakter seseorang di masa yang akan datang.
LIDAH TAK BERTULANG
Lidah memang tak bertulang...kalo bertulang pasti susah ngomong dan ndk bisa dipake untuk bicara.....kadang jatuhnya seseorang dari lidahnya...hmmmm....akhir- akhir ini mencoba belajar untuk merenungi jalannya kehidupan....jatuh bangun sudah dirasakan..suka duka sudah dialami....pahit manis getir sudah dicoba..memang akhirnya bisa membuat hidup lebih berwarna...
Manusia itu memang makhluk sosial..jadi berbicara adalah kebutuhan untuk menyampaikan ide,gagasa,pendapat,masukan, kritik bahkan caci maki pun disampaikan melalui lisan ini...jadi memang lidah ini luar biasa fungsi dan manfaatnya....PR besar manusia sebagai makhluk sosial adalah berbicara dengan tepat, pas, sesuai dengan kondisi dan situasi lawan bicara kita adalah seni tersendiri dalam berkomunikasi...hampir kebanyakan kita bahkan ane sendiri belum bisa/berhasil dalam berkomunikasi yang tepat....bahkan kadang maksud baik jadi tidak baik karena cara dan seni menyampaikan kurang tepat/pas dengan lawan bicara kita....nah karena itu dibutuhkan keterus terangan (mushorohah) tentang siapa kita kepada lawan bicara kita, sehingga dia bisa mengenal karakter dan kepribadian kita masing2...yang akhirnya bicara pun bisa santai, enjoy, mengalir tanpa ada satupun yang terluka karena kita semua telah jujur pada diri kita sendiri....komunikasi yang jujur itu akan mempengaruhi lawan bicara kita...sedangkan komunikasi yang penuh kepura-puraan,formalitas atau semisalnya itu malah membuat kondisi komunikasi menjadi tidak kondusif bahkan cenderung jadi tidak produktif...
Nah kira-kira posisi kita dimana yah......???
Manusia itu memang makhluk sosial..jadi berbicara adalah kebutuhan untuk menyampaikan ide,gagasa,pendapat,masukan,
Nah kira-kira posisi kita dimana yah......???
Selasa, 19 April 2011
MOMENTUM PERUBAHAN
Ada satu peristiwa dalam kehidupanku, yang mengakibatkan momentum perubahan yang besar dalam hidup ini.
Aku teringat kejadian waktu SMA dulu...saat itu boleh dibilang itu adalah puncak 'kebandelan' yang pernah aku alami. Waktu itu aku berkelahi atau tepatnya memukul adik kelasku sebanyak 3 orang, dan saat itu aku tidak menyadari bahwa yang ku pukul itu ternyata rata-rata anak petinggi...dan ternyata apa yang aku lakukan tidak bisa diterim oleh orang tuanya..kejadiannya waktu itu sore hari menjelang maghrib di belakang sekolah..aku panggil mereka semua dan aku tantang mereka..karena mereka diam lalu aku tampar semuanya satu persatu..pas kebetulan mungkin aku lagi emosi berat jadi aku tidak mengontrol tamparanku kepada mereka...ndilalah ternyata mereka semua mengalami gangguan pendengaran setelah aku tampar..Saat itu aku sendiri merasa tidak nyaman sekali,kayak merasa ada sesuatu yang akan terjadi..malam itu aku tidak pulang kerumah..baru shubuh aku pulang kerumah..ternyata ketika aku datang semua diam..lalu aku mandi dan makan...setelah itu barulah ibu dan nenekku mengajak berbicara secara baik-baik...mereka menangis..menanyakan kejadian kemarin sore..aku hanya diam..lalu tak kuasa ibuku menyampaikan bahwa tadi malam orang tua yang anaknya aku pukul datang kerumah marah-marah kepada orang tuaku dan mengancam jika aku tidak datang pagi ini maka akan diambil tindakan tegas kepadaku bahkan istilah yang aku terkenang sampai sekarang dengan ucapannya yaitu akan 'dikarungin' oleh anak buahnya....aku saat itu benar-benar shock berat..tapi saat itu ibu dan nenekku menyampaikan kepadaku untuk bertanggung jawab dan tidak boleh lari..apapun resikonya harus siap menanggungnya...akhirnya pagi itu segera aku berangkat ke sekolah untuk menyampaikan apa yang terjadi.
Maka terjadilah apa yang tidak pernah aku bayangkan seumur hidupku....dan itu merubah peta sejarah kehidupanku hingga saat ini.....
Aku teringat kejadian waktu SMA dulu...saat itu boleh dibilang itu adalah puncak 'kebandelan' yang pernah aku alami. Waktu itu aku berkelahi atau tepatnya memukul adik kelasku sebanyak 3 orang, dan saat itu aku tidak menyadari bahwa yang ku pukul itu ternyata rata-rata anak petinggi...dan ternyata apa yang aku lakukan tidak bisa diterim oleh orang tuanya..kejadiannya waktu itu sore hari menjelang maghrib di belakang sekolah..aku panggil mereka semua dan aku tantang mereka..karena mereka diam lalu aku tampar semuanya satu persatu..pas kebetulan mungkin aku lagi emosi berat jadi aku tidak mengontrol tamparanku kepada mereka...ndilalah ternyata mereka semua mengalami gangguan pendengaran setelah aku tampar..Saat itu aku sendiri merasa tidak nyaman sekali,kayak merasa ada sesuatu yang akan terjadi..malam itu aku tidak pulang kerumah..baru shubuh aku pulang kerumah..ternyata ketika aku datang semua diam..lalu aku mandi dan makan...setelah itu barulah ibu dan nenekku mengajak berbicara secara baik-baik...mereka menangis..menanyakan kejadian kemarin sore..aku hanya diam..lalu tak kuasa ibuku menyampaikan bahwa tadi malam orang tua yang anaknya aku pukul datang kerumah marah-marah kepada orang tuaku dan mengancam jika aku tidak datang pagi ini maka akan diambil tindakan tegas kepadaku bahkan istilah yang aku terkenang sampai sekarang dengan ucapannya yaitu akan 'dikarungin' oleh anak buahnya....aku saat itu benar-benar shock berat..tapi saat itu ibu dan nenekku menyampaikan kepadaku untuk bertanggung jawab dan tidak boleh lari..apapun resikonya harus siap menanggungnya...akhirnya pagi itu segera aku berangkat ke sekolah untuk menyampaikan apa yang terjadi.
Maka terjadilah apa yang tidak pernah aku bayangkan seumur hidupku....dan itu merubah peta sejarah kehidupanku hingga saat ini.....
RASA BERSALAH
"Ketika aku berbuat salah, aku merasa bahwa aku berada di suatu pulau yang tidak berpenghuni kecuali diriku. Aku melangkah mencari jalan keluar dari pulau itu, berharap ada perahu yang bisa membawaku pergi darinya. Atau kalau tidak, cukuplah sekeping papan yang bisa membantuku berenang untuk segera lari menuju taman yang dulu aku pernah berada disana.
Ketika aku berbuat salah, aku merasa seperti orang tersesat du jalan-jalan raya;didorong oleh rasa takut aku terus melangkah namun aku tak tahu kemana harus pergi, aku hela tungganganku tapi ia berlari tanpa arah.
Ketika aku berbuat salah, aku meras sakit tpi tidak seperti yang dirasakan orang-orang sakit;aku tersesat seperti orang buta kehilangan tongkat;kehilangan seperti anak yatim yang tak punya tempat kembali;terluka seperti lukanya orang yang teraniaya ketika merintih,menagis dan terus mengangis.
Ketika aku bersalah, aku berjalan di antara tunggangan-tunggangan yang berlari tak tentu arah. Tidak ada yang dapat kutemui kecuali Tuhanku, yang mengampuni segala dosa tanpa peduli. Aku tersesat. Aku bodoh. Dan aku telah melakukan banyak kesalahan, maka aku berharap ampunan-Mu. Aku sadar, betapa besar kesalahanku. Tapi aku yakin bahwa maaf-Mu jauh lebih besar dan lebih agung."
Ketika aku berbuat salah, aku merasa seperti orang tersesat du jalan-jalan raya;didorong oleh rasa takut aku terus melangkah namun aku tak tahu kemana harus pergi, aku hela tungganganku tapi ia berlari tanpa arah.
Ketika aku berbuat salah, aku meras sakit tpi tidak seperti yang dirasakan orang-orang sakit;aku tersesat seperti orang buta kehilangan tongkat;kehilangan seperti anak yatim yang tak punya tempat kembali;terluka seperti lukanya orang yang teraniaya ketika merintih,menagis dan terus mengangis.
Ketika aku bersalah, aku berjalan di antara tunggangan-tunggangan yang berlari tak tentu arah. Tidak ada yang dapat kutemui kecuali Tuhanku, yang mengampuni segala dosa tanpa peduli. Aku tersesat. Aku bodoh. Dan aku telah melakukan banyak kesalahan, maka aku berharap ampunan-Mu. Aku sadar, betapa besar kesalahanku. Tapi aku yakin bahwa maaf-Mu jauh lebih besar dan lebih agung."
Jumat, 15 April 2011
13 TAHUN
13 tahun sudah, ku menjalani hidup bersamamu....
diiringi tangis airmata diawal kita mengayuh bahtera ini...
sesuatu yang baru dilakoni dalam fase kehidupan....
sesuatu yang harus dijalani karena kita telah mengambil keputusan besar ini...
13 tahun sudah, ku menjalani hidup bersamamu....
waktu yang singkat untuk mengenal siapa dirimu...
tak terasa berbagai persoalan senantiasa menerpa bahtera ini...
tetapi kita tetap bertahan karena kita punya satu tujuan....
13 tahun sudah, ku menjalani hidup bersamamu...
terlahir dari rahimmu 3 orang anak yang akan menjadi generasi penerus...
ada tawa, ada canda, ada duka ada sedih...
semua menjadi satu...menjadi warna dalam bahtera ini..
13 tahun sudah, ku menjalani hidup bersamamu...
ternyata belum banyak yang belum bisa kuberi...
hanya kedukaan,kesedihan dan airmata yang senantiasa mengiringi bahtera ini...
ingin rasanya memberikan sesuatu yang berarti sebagai sebuah tanda cinta..
akan tetapi kau selalu menolak dan mengatakan ada yang lebih penting dari ini...
13 tahun sudah, ku menjalani hidup bersamamu...
berulang kali kau pinta padaku...
jangan lagi ada mawar dihatiku...biarkan hanya ada 1 mawar disana..
tak sanggup rasanya untuk berbagi dengan yang lain...
sungguh sebuah permintaan yang aku sendiri berusaha untuk menyanggupi..
seingkali aku merasa belum menjadi suami yang baik untuknya....
akan tetapi aku akan mencoba dan terus mencoba untuk menjadi terbaik baginya....
Duhai istriku.....tak terasa sudah 13 tahun kebersamaan kita dalam bahtera ini..
banyak hal yang kudapatkan bersamamu....
banyak pelajaran kehidupan yang takkan mungkin terhapuskan...
terima kasih istriku...telah bersedia menjadi pendamping dalam bahtera ini...
maafkan aku yang belum bisa memberikan kehidupan yang layak bagimu...
maafkan aku yang belum bisa membelikan sesuatu untuk kehidupan pribadimu...
maaafkan aku yang belum bisa menjadi suami yang baik untukmu...
maafkan aku yang belum bisa mendidikmu untuk menjadi lebih baik...
maafkan aku yang belum bisa mengajarmu untuk menjadi lebih berarti...
maafkan aku yang selalu membuatmu mengeluarkan air matamu karena sikap dan tindakanku padamu...
maafkan aku yang telah membuatmu menjadi tidak optimal dalam berkarya dalam kehidupan....
duhai istriku...maafkanlah segala kesalahan dan ketidaksempurnaanku untuk menjadi yang terbaik bagimu....
diiringi tangis airmata diawal kita mengayuh bahtera ini...
sesuatu yang baru dilakoni dalam fase kehidupan....
sesuatu yang harus dijalani karena kita telah mengambil keputusan besar ini...
13 tahun sudah, ku menjalani hidup bersamamu....
waktu yang singkat untuk mengenal siapa dirimu...
tak terasa berbagai persoalan senantiasa menerpa bahtera ini...
tetapi kita tetap bertahan karena kita punya satu tujuan....
13 tahun sudah, ku menjalani hidup bersamamu...
terlahir dari rahimmu 3 orang anak yang akan menjadi generasi penerus...
ada tawa, ada canda, ada duka ada sedih...
semua menjadi satu...menjadi warna dalam bahtera ini..
13 tahun sudah, ku menjalani hidup bersamamu...
ternyata belum banyak yang belum bisa kuberi...
hanya kedukaan,kesedihan dan airmata yang senantiasa mengiringi bahtera ini...
ingin rasanya memberikan sesuatu yang berarti sebagai sebuah tanda cinta..
akan tetapi kau selalu menolak dan mengatakan ada yang lebih penting dari ini...
13 tahun sudah, ku menjalani hidup bersamamu...
berulang kali kau pinta padaku...
jangan lagi ada mawar dihatiku...biarkan hanya ada 1 mawar disana..
tak sanggup rasanya untuk berbagi dengan yang lain...
sungguh sebuah permintaan yang aku sendiri berusaha untuk menyanggupi..
seingkali aku merasa belum menjadi suami yang baik untuknya....
akan tetapi aku akan mencoba dan terus mencoba untuk menjadi terbaik baginya....
Duhai istriku.....tak terasa sudah 13 tahun kebersamaan kita dalam bahtera ini..
banyak hal yang kudapatkan bersamamu....
banyak pelajaran kehidupan yang takkan mungkin terhapuskan...
terima kasih istriku...telah bersedia menjadi pendamping dalam bahtera ini...
maafkan aku yang belum bisa memberikan kehidupan yang layak bagimu...
maafkan aku yang belum bisa membelikan sesuatu untuk kehidupan pribadimu...
maaafkan aku yang belum bisa menjadi suami yang baik untukmu...
maafkan aku yang belum bisa mendidikmu untuk menjadi lebih baik...
maafkan aku yang belum bisa mengajarmu untuk menjadi lebih berarti...
maafkan aku yang selalu membuatmu mengeluarkan air matamu karena sikap dan tindakanku padamu...
maafkan aku yang telah membuatmu menjadi tidak optimal dalam berkarya dalam kehidupan....
duhai istriku...maafkanlah segala kesalahan dan ketidaksempurnaanku untuk menjadi yang terbaik bagimu....
Langganan:
Postingan (Atom)