Memang bergaul dengan banyak manusia butuh kesabaran ekstra. Kenapa..? Karena manusia itu makhluk yang unik..memiliki berbagai macam karakter (kalau istilah teman-teman bawaan orok). Dimana dia dilahirkan...dimana dia dibesarkan..dimana dan dengan siap dia bergaul...itu menjadi campuran dari karakter yang sudah dibawa secara genetika oleh masing-masing kita.
Hmmm..memang manusia makhluk yang unik dan khas, disinilah titik awal yang menjadi sebab hubungan semakin erat atau malah sebaliknya. Oleh karena memang kata guru saya bergaul dengan berbagai macam manusia membutuhkan seni tersendiri. Kalau kita memaksakan kita bisa sakit hati atau terluka..kalau diam atau dingin bisa dikira kita cuek atau masa bodoh...memang benar-benar suatu hal yang dinamis jika bergaul dengan manusia.
Jadi ingat cuaca Indonesia saat ini, tidak tentu,,begitulah juga jika bergaul dengan manusia juga bergantun cuaca alias mood masing-masing orang. Jika kebetulan mood lagi baik, otomatis semua jadi cair,enak dan nyaman..Akan tetapi sebaliknya, jika lagi bad mood..bisa berabe tuh..kawan bisa jadi lawan hanya gara-gara sepele...Maka itulah seni dan nikmatnya bergaul dengan manusia. Jika seandainya semau manusia mau saja belajar memahami maka pasti indah betul..perbedaan yang ada bukan jadi masalah...konflik yang timbul tidak sampai memecahkan..semua bisa diselesaikan secara dingin dan hangat. Tapi disitulah masalah terbesarnya. Sering kali kita sering menuntut agar manusia bisa memahami kita lebih dulu, padahal kata kuncinya adalah kemauan bersama untuk saling memahami. Kalau kemauan itu ada..wuiiiih indah betul hidup ini..karena semua manusia hatinya lapang dengan kekurangan manusia-manusia yang lain...
Semoga saya bisa belajar lagi untuk bisa memahami saudara-saudara dan rekan-rekan saya..karena dari merekalah saya bisa menemukan mutiara kehidupan ini....Thanks for all....
Sang Pembelajar
Senantiasa berusaha belajar menjadi yang terbaik agar bisa berdaya guna bagi masyarakat sekitarnya
Rabu, 11 Mei 2011
Selasa, 10 Mei 2011
MENJADI LEBIH BERARTI
Hidup ini selalu berputar. Kadang kita diatas kadang kita dibawah. Ditengan himpitan modernisasi dan budaya hidup materialisme, kadang manusia menjadi lebih sibuk dengan urusannya masing-masing. Bagi yang terlibat dalam aktifitas kerja yang padat, waktunya disibukkan dengan pekerjaan dan target - target besar yang ingin dicapai. Disisi lain, manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Ada aja kebutuhan bahkan keinginan yang hendak dicapai atau diraih. Semua itu merupakan hal yang wajar karena hidup saat ini begitu keras dengan segala tantangan dan beban hidup yang luar biasa berat untuk dijalani...
Hmm...kadang saya berpikir, apakah betul hidup ini keras..? Apakah betul hidup ini sulit....? saya mencoba flashback...mungkin dulu saya pernah mengalami apa yang dirasakan oleh sebagian besar manusia..hidup ini sulit..hidup ini keras....Saya ingat diawal pernikahan dulu, ketika penghasilan saya hanya 150 ribu/bulan...ketika itu istri masih kuliah yang harus ditanggung...memang kalau secara matematis apakah bisa hidup dengan 150 ribu..? belum bayar kost maupun untuk yang lainnya..Saat itu saya hanya berusaha menyakini bahwa ini adalah proses belajar kehidupan. Disaat itu saya dan istri tetap berupaya untuk bisa berbagi dengan sesama ditengah keterbatasan yang ada. Dan ternyata banyak hal yang kadang diluar nalar kita sebagai makhluk..bahwa ada yang mengatur itu semua..Saya membulatkan tekad untuk tetap berupaya bisa berbagi dengan sesama secara konsisten karena dari situlah awal terbukanya kesuksesan hidup ini. Ketika saya mencoba belajar berbagi dengan sesama, ditengah keterbatasan ilmu,harta maupun segalanya, saya hanya memiliki satu keinginan bagaimana hidup saya yang sebentar ini bisa menjadi lebih berarti. Saya baru bisa memahami bahwa hidup kita kana lebih berarti dan bermakna manakala kita bisa berbagi dengan sesama, Kesuksesan hidup ini diukur ketika keberadaan kita benar-benar mempunyai arti bagi sesama. Dan itulah fungsi kita sebagai makhluk sosial. Makhluk yang peduli dengan sesama. Makhluk yang peduli dengan tetangga..Makhluk yang peduli dengan lingkungan..Makhluk yang senantiasa berupaya untuk bisa memiliki arti dengan kebersamaannya dengan sesama manusia yang membutuhkannya.
Sekarang kembali kepada kita masing-masing..akankah hidup yang sebentar ini jadi tidak memilik arti sedikitpun ataupun sebaliknya kita berupaya agar hidup kita yang singkat ini menjadi lebih berarti bagi kehidupan kita....Keputusan itu ada ditangan kita masing- masing..Saat ini saya telah memutuskan bahwa seluruh hidup saya telah saya curahkan untuk bisa berbagi dengan sesama agar hidup dan waktu yang telah diberikan, benar-benar menjadi lebih berarti bagi saya maupun untuk semua manusia....
Hmm...kadang saya berpikir, apakah betul hidup ini keras..? Apakah betul hidup ini sulit....? saya mencoba flashback...mungkin dulu saya pernah mengalami apa yang dirasakan oleh sebagian besar manusia..hidup ini sulit..hidup ini keras....Saya ingat diawal pernikahan dulu, ketika penghasilan saya hanya 150 ribu/bulan...ketika itu istri masih kuliah yang harus ditanggung...memang kalau secara matematis apakah bisa hidup dengan 150 ribu..? belum bayar kost maupun untuk yang lainnya..Saat itu saya hanya berusaha menyakini bahwa ini adalah proses belajar kehidupan. Disaat itu saya dan istri tetap berupaya untuk bisa berbagi dengan sesama ditengah keterbatasan yang ada. Dan ternyata banyak hal yang kadang diluar nalar kita sebagai makhluk..bahwa ada yang mengatur itu semua..Saya membulatkan tekad untuk tetap berupaya bisa berbagi dengan sesama secara konsisten karena dari situlah awal terbukanya kesuksesan hidup ini. Ketika saya mencoba belajar berbagi dengan sesama, ditengah keterbatasan ilmu,harta maupun segalanya, saya hanya memiliki satu keinginan bagaimana hidup saya yang sebentar ini bisa menjadi lebih berarti. Saya baru bisa memahami bahwa hidup kita kana lebih berarti dan bermakna manakala kita bisa berbagi dengan sesama, Kesuksesan hidup ini diukur ketika keberadaan kita benar-benar mempunyai arti bagi sesama. Dan itulah fungsi kita sebagai makhluk sosial. Makhluk yang peduli dengan sesama. Makhluk yang peduli dengan tetangga..Makhluk yang peduli dengan lingkungan..Makhluk yang senantiasa berupaya untuk bisa memiliki arti dengan kebersamaannya dengan sesama manusia yang membutuhkannya.
Sekarang kembali kepada kita masing-masing..akankah hidup yang sebentar ini jadi tidak memilik arti sedikitpun ataupun sebaliknya kita berupaya agar hidup kita yang singkat ini menjadi lebih berarti bagi kehidupan kita....Keputusan itu ada ditangan kita masing- masing..Saat ini saya telah memutuskan bahwa seluruh hidup saya telah saya curahkan untuk bisa berbagi dengan sesama agar hidup dan waktu yang telah diberikan, benar-benar menjadi lebih berarti bagi saya maupun untuk semua manusia....
Jumat, 06 Mei 2011
SETIA
Semakin hari mawar itu semakin merekah dalam hati
Tumbuh bersama peri cinta nan cantik
lari kesana-kemari menebarkan bibit asmara
Kian detik semakin merekah
Aku dan kamu
Ya. Kita telah menyatu
Kita telah ada dalam satu padu
Kau telah menggenggam separuh jiwaku
Dan telah kutanam janjimu
Lekat.. lekat..
Semakin lekat
Aku tak mau kehilanganmu
Aku tak mau menjadi katak yang merindukan bulan
Tetaplah di sini
Tetaplah setia menjadi bunga jiwaku
Realisasikan janjimu
Gapailah semua angan indahku bersamamu
Satu. Tetapkanlah satu nama dalam hatimu
Setia untuk satu cinta
Tumbuh bersama peri cinta nan cantik
lari kesana-kemari menebarkan bibit asmara
Kian detik semakin merekah
Aku dan kamu
Ya. Kita telah menyatu
Kita telah ada dalam satu padu
Kau telah menggenggam separuh jiwaku
Dan telah kutanam janjimu
Lekat.. lekat..
Semakin lekat
Aku tak mau kehilanganmu
Aku tak mau menjadi katak yang merindukan bulan
Tetaplah di sini
Tetaplah setia menjadi bunga jiwaku
Realisasikan janjimu
Gapailah semua angan indahku bersamamu
Satu. Tetapkanlah satu nama dalam hatimu
Setia untuk satu cinta
Kamis, 05 Mei 2011
NILAI
Nilai sebuah kata yang sederhana tapi penuh makna. Nilai juga bisa berpengaruh pada kondisi seseorang.Apakah seseorang itu memiliki nilai yang positif ataupun negatif. Saat ini yang sering terjadi nilai itu diukur secara kuantitatif dan terukur. Apakah itu salah..??? Tidak sepenuhnya salah, akan tetapi dengan semakin beranjaknya umur kehidupan dan peradaban, nilai saat ini bergeser kepada ukuran - ukuran yang bisa dilihat dan dinikmati secara kasat mata. Paling sederhana saat ini kita melihat pendidikan negeri kita. Secara pribadi saya mungkin orang yang kecewa dengan sistem yang ada. Akan tetapi menyalahkan juga bukan sikap yang bijak..mencari solusi mungkin itu adalah salah satu upaya untuk memperbaiki nilai yang ada dalam pendidikan dinegeri kita. Kembali ke pendidikan..mengapa pendidikan yang menjadi sorotan nilai, karena ini akan berdampak yang signifikan pada masa depan anak bangsa di kemudian hari. Memang era saat ini jauh berbeda dengan era dulu, akan tetapi era dulu tidak sepenuhnya salah. Memang kita perlu mendidik anak - anak kita untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Dalam dunia pendidikan kita saat ini, ukuran seorang anak ditentukan pada nilai yang tertera pada hasil ujian maupun hasil raport. Sebenarnya ini secara tidak langsung mendidik anak kita untuk menganut paham materialisme. Mengapa demikian..??? karena anak - anak kita dibiasakan menilaia sesuatu dengan alat ukur yang jelas dan pasti yaitu nilai berupa angka. Dan itu pun secara steorotif tertanam pada anak-anak kita nilai-nilai positif maupun negatif pada angka tersebut.
Nilai sesuatu yang sebenarnya abstrak akan tetapi berusaha untuk dituangkan secara riil dengan angka-angka. Disinilah titik masalah utama yang melanda sebagian kita. Mengukur hidup ini dengan nilai yang kuantitatif dan bisa diterjemahkan secara riil dalam bentuk angka-angka maupun wujud yang bisa dinikmati maupun dirasakan. Inilah yang mungkin menjadi penyebab tingkat stress yang lumayan tinggi bagi sebagian besar manusia saat ini. Hmmmm...kadang saya bertanya dalam diri...Nilai apa yang saya cari...? Alat ukur apa yang hendak saya gunakan untuk menilai diri maupun keluarga khususnya kepada putra-putri saya..Kadang saya merasakan sesuatu yang asing dan berbeda karena saya menggunakan alat ukur yang berbeda dengan kebanyakan manusia. Karena saya memiliki keyakinan bahwa NILAI SEORANG HAMBA TERGANTUNG DARI KARYA YANG BERDAYA GUNA DAN BERMANFAAT SECARA JANGKA PANJANG MELAMPAUI DARI UMUR KITA SENDIRI..sekarang kembali kepada kita masing-masing..karena kita semua pasti memiliki pemahaman yang berbeda terkait dengan Nilai....
Nilai sesuatu yang sebenarnya abstrak akan tetapi berusaha untuk dituangkan secara riil dengan angka-angka. Disinilah titik masalah utama yang melanda sebagian kita. Mengukur hidup ini dengan nilai yang kuantitatif dan bisa diterjemahkan secara riil dalam bentuk angka-angka maupun wujud yang bisa dinikmati maupun dirasakan. Inilah yang mungkin menjadi penyebab tingkat stress yang lumayan tinggi bagi sebagian besar manusia saat ini. Hmmmm...kadang saya bertanya dalam diri...Nilai apa yang saya cari...? Alat ukur apa yang hendak saya gunakan untuk menilai diri maupun keluarga khususnya kepada putra-putri saya..Kadang saya merasakan sesuatu yang asing dan berbeda karena saya menggunakan alat ukur yang berbeda dengan kebanyakan manusia. Karena saya memiliki keyakinan bahwa NILAI SEORANG HAMBA TERGANTUNG DARI KARYA YANG BERDAYA GUNA DAN BERMANFAAT SECARA JANGKA PANJANG MELAMPAUI DARI UMUR KITA SENDIRI..sekarang kembali kepada kita masing-masing..karena kita semua pasti memiliki pemahaman yang berbeda terkait dengan Nilai....
Rabu, 04 Mei 2011
DAYA TAHAN
" Sesungguhnya yang bisa memenangkan pertempuran bukan dilihat siapa yang paling banyak membunuh, akan tetapi siapa yang sanggup bertahan"
Kadang hidup kita ini penuh dengan warna - warni. Kadang diatas kadang dibawah, kadang suka kadang duka, kadang sedih kadang bahagia. Semua penuh warna. Akan tetapi saat ini kalo kita melihat ternyata banyak manusia yang mudah stres dalam kehidupan. Sering kita dengar betapa banyak manusia yang mengeluh tentang sulitnya hidup ini. dan ini tak pandang bulu, baik yang miskin maupun yang kaya. Semuanya mengeluhkah hidup. Entah karena ini tuntutan ataupun karena lebih ingin memenuhi gaya hidup semata. Ada ungkapan yang menarik bhwa hidup ini perjuangan...betul memang perjuangan. akan tetapi perjuangan yang bagaimana. perjuangan untuk bertahan hidup atau perjuangan untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan dalam kehidupan ini.
Untuk itu kita perlu merenung jika hidup yang sudah kita jalani ini, berada di posisi mana kita..Jadi teringat ungkapan seorang guru..bahwa hidup ini adalah sebuah ladang, namanya ladang ya harus ditanami..tergantung apa yang ingin kita tanam. namanya berladang pasti ada gangguan dan godaan, yang pasti kita harus sabar menanti hasil. Disinilah letak ujian kita sesungguhnya..apakah kita sanggup bertahan dalam mencapai hasil dengan melihat ladang-ladang orang lain ataukah kita hanya bisa mengomentari ladang-ladang orang lain. Sesungguhnya daya tahan kita diuji dalam kehidupan ini. Akankah kita tergoda ataukah kita sanggup bertahan dengan ladang yang kita punya. Untuk itu visi yang besar dan kekuatan motivasi yang tinggi menjadi sumber bahan bakar daya tahan kita dalam menghadapi kehidupan ini. Jika itu tidak kita miliki, maka dipastikan daya tahan kita tak kan sanggup menghadapi kehidupan ini. Kita kan jatuh dan terpuruk bahkan yang lebih ekstrem kita akan menyesali. Dan sesal kemudian tak kan pernah berarti.....
Kadang hidup kita ini penuh dengan warna - warni. Kadang diatas kadang dibawah, kadang suka kadang duka, kadang sedih kadang bahagia. Semua penuh warna. Akan tetapi saat ini kalo kita melihat ternyata banyak manusia yang mudah stres dalam kehidupan. Sering kita dengar betapa banyak manusia yang mengeluh tentang sulitnya hidup ini. dan ini tak pandang bulu, baik yang miskin maupun yang kaya. Semuanya mengeluhkah hidup. Entah karena ini tuntutan ataupun karena lebih ingin memenuhi gaya hidup semata. Ada ungkapan yang menarik bhwa hidup ini perjuangan...betul memang perjuangan. akan tetapi perjuangan yang bagaimana. perjuangan untuk bertahan hidup atau perjuangan untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan dalam kehidupan ini.
Untuk itu kita perlu merenung jika hidup yang sudah kita jalani ini, berada di posisi mana kita..Jadi teringat ungkapan seorang guru..bahwa hidup ini adalah sebuah ladang, namanya ladang ya harus ditanami..tergantung apa yang ingin kita tanam. namanya berladang pasti ada gangguan dan godaan, yang pasti kita harus sabar menanti hasil. Disinilah letak ujian kita sesungguhnya..apakah kita sanggup bertahan dalam mencapai hasil dengan melihat ladang-ladang orang lain ataukah kita hanya bisa mengomentari ladang-ladang orang lain. Sesungguhnya daya tahan kita diuji dalam kehidupan ini. Akankah kita tergoda ataukah kita sanggup bertahan dengan ladang yang kita punya. Untuk itu visi yang besar dan kekuatan motivasi yang tinggi menjadi sumber bahan bakar daya tahan kita dalam menghadapi kehidupan ini. Jika itu tidak kita miliki, maka dipastikan daya tahan kita tak kan sanggup menghadapi kehidupan ini. Kita kan jatuh dan terpuruk bahkan yang lebih ekstrem kita akan menyesali. Dan sesal kemudian tak kan pernah berarti.....
Selasa, 03 Mei 2011
PROTES
Kemarin istriku sampaikan "protes kecil' dari anak-anakku...mereka mengatakan kepada uminya..." mi, kenapa ya setiap abi pulang, selalu ngomong capek,ngantuk...pengen tidur lah....emang abi udah ndak kangen lagi ya ama kita..? Trus kalo abi berangkat lagi keluar kota, semangat banget...seger..kayak ada apa gitu.."
Protes yang lumayan mengagetkanku...tanpa sadar aku telah lalai dalam menjalankan peran sebagai seorang ayah kepada mereka...sesuatu teguran kecil yang memang membuatku kembali berpikir bagaimana hak-hak anak-anakku tertunaikan dengan baik....ku coba mengingat lagi,,,ternyata memang sudah sangat lama aku tidak lagi mengajak mereka bermain atau sekedar rekreasi riang untuk mereka bahkan membelikan makanan kesukaan mereka...hmmm..ternyata mereka semua adalah pengamat sejati...tak terasa bahwa mereka begitu memperhatikanku.. satu hal kecil yang kadang terlewatkan....satu lagi aku belajar dari mereka tentang perhatian..tentang bagaimana menjadi ayah yang prima kepada mereka..ayah yang tidak boleh mengeluh di hadapan mereka....terima kasih anakku...
Protes yang lumayan mengagetkanku...tanpa sadar aku telah lalai dalam menjalankan peran sebagai seorang ayah kepada mereka...sesuatu teguran kecil yang memang membuatku kembali berpikir bagaimana hak-hak anak-anakku tertunaikan dengan baik....ku coba mengingat lagi,,,ternyata memang sudah sangat lama aku tidak lagi mengajak mereka bermain atau sekedar rekreasi riang untuk mereka bahkan membelikan makanan kesukaan mereka...hmmm..ternyata mereka semua adalah pengamat sejati...tak terasa bahwa mereka begitu memperhatikanku.. satu hal kecil yang kadang terlewatkan....satu lagi aku belajar dari mereka tentang perhatian..tentang bagaimana menjadi ayah yang prima kepada mereka..ayah yang tidak boleh mengeluh di hadapan mereka....terima kasih anakku...
JENUH
Setiap kita pasti mengalami kejenuhan. Kejenuhan itu timbul karena beban kerja yang tinggi, atau masalah-masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan. Kadang kala kita berhasil keluar dari kejenuhan. Akan tetapi banyak juga larut dalam kejenuhan. Saat ini sejujurnya saya juga mengalami kejenuhan yang lumayan. Sehingga erdampak pada vitalitas, ide, gagasan bahkan juga produktifitas kita dalam bekerja. Saya teringat buku yang pernah saya baca, bahwa manusia itu memang memiliki sifat bosan untuk itu manusia harus senantiasa mencari sesuatu yang baru agar dia tidak jatuh pada kebosanan yang berlarut-larut. Saya mencoba aktifitas yang lain untuk selingan dalam kehidupan agar tidak jatuh ada rutinitas kehidupan. Saya juga tidak tahu kenapa ya bisa muncul rasa bosan atau jenuh....akan tetapi langkah yang baik menurut saya yaitu menikmati kebosanan itu dengan sesuatu hal yang baru..sehingga itu bisa menjadi salah satu sumber energi dalam beraktifitas kembali dalam kehidupan. Belajar lagi dengan sesuatu yang baru...melihat sesuatu dari sudut pandang yang baru itu akan menyegarkan kembali ritme kehidupan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)