Hidup ini selalu berputar. Kadang kita diatas kadang kita dibawah. Ditengan himpitan modernisasi dan budaya hidup materialisme, kadang manusia menjadi lebih sibuk dengan urusannya masing-masing. Bagi yang terlibat dalam aktifitas kerja yang padat, waktunya disibukkan dengan pekerjaan dan target - target besar yang ingin dicapai. Disisi lain, manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Ada aja kebutuhan bahkan keinginan yang hendak dicapai atau diraih. Semua itu merupakan hal yang wajar karena hidup saat ini begitu keras dengan segala tantangan dan beban hidup yang luar biasa berat untuk dijalani...
Hmm...kadang saya berpikir, apakah betul hidup ini keras..? Apakah betul hidup ini sulit....? saya mencoba flashback...mungkin dulu saya pernah mengalami apa yang dirasakan oleh sebagian besar manusia..hidup ini sulit..hidup ini keras....Saya ingat diawal pernikahan dulu, ketika penghasilan saya hanya 150 ribu/bulan...ketika itu istri masih kuliah yang harus ditanggung...memang kalau secara matematis apakah bisa hidup dengan 150 ribu..? belum bayar kost maupun untuk yang lainnya..Saat itu saya hanya berusaha menyakini bahwa ini adalah proses belajar kehidupan. Disaat itu saya dan istri tetap berupaya untuk bisa berbagi dengan sesama ditengah keterbatasan yang ada. Dan ternyata banyak hal yang kadang diluar nalar kita sebagai makhluk..bahwa ada yang mengatur itu semua..Saya membulatkan tekad untuk tetap berupaya bisa berbagi dengan sesama secara konsisten karena dari situlah awal terbukanya kesuksesan hidup ini. Ketika saya mencoba belajar berbagi dengan sesama, ditengah keterbatasan ilmu,harta maupun segalanya, saya hanya memiliki satu keinginan bagaimana hidup saya yang sebentar ini bisa menjadi lebih berarti. Saya baru bisa memahami bahwa hidup kita kana lebih berarti dan bermakna manakala kita bisa berbagi dengan sesama, Kesuksesan hidup ini diukur ketika keberadaan kita benar-benar mempunyai arti bagi sesama. Dan itulah fungsi kita sebagai makhluk sosial. Makhluk yang peduli dengan sesama. Makhluk yang peduli dengan tetangga..Makhluk yang peduli dengan lingkungan..Makhluk yang senantiasa berupaya untuk bisa memiliki arti dengan kebersamaannya dengan sesama manusia yang membutuhkannya.
Sekarang kembali kepada kita masing-masing..akankah hidup yang sebentar ini jadi tidak memilik arti sedikitpun ataupun sebaliknya kita berupaya agar hidup kita yang singkat ini menjadi lebih berarti bagi kehidupan kita....Keputusan itu ada ditangan kita masing- masing..Saat ini saya telah memutuskan bahwa seluruh hidup saya telah saya curahkan untuk bisa berbagi dengan sesama agar hidup dan waktu yang telah diberikan, benar-benar menjadi lebih berarti bagi saya maupun untuk semua manusia....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar