Sang Pembelajar

Senantiasa berusaha belajar menjadi yang terbaik agar bisa berdaya guna bagi masyarakat sekitarnya

Selasa, 23 Agustus 2011

PENGHUJUNG ROMADHON

Tak terasa sudah mendekati hari-hari akhir bulan romadhon. Ternyata begitu cepat waktu berjalan sampai tak menyadari bahwa sudah mendekati akhir romadhon.
Ada kesedihan yang begitu mendalam ketika mengevaluasi hari-hari bersama romadhon. Belum begitu banyak waktu yang bisa di optimalkan untuk beramal kebaikan di bulan suci romadhon. Entah karena kesibukan atau karena kemalasan yang terjadi pada diri ini, ada penyesalan yang menghunjam di relung kalbu, ketika mencoba merenungi perjalanan romadhon di keheningan malam di hari - hari akhir romadhon.
Begitu banyak kesempatan yang Allah berikan akan tetapi apakah benar-benar telah di gunakan untuk Allah ataukah untuk kepentingan pribadi. Semua bawa bercampur menjadi satu. Apakah romadhon tahun ini bisa membawa kebaikan atau perubahan yang lebih baik pada diri ini ataukah sebaliknya.
Tak terasa sudah 28 tahun lebih melewati romadhon dengan segala pernak-perniknya, namun secara pribadi belum merasakan kepuasan batin yang bisa berdampak positif pada diri maupun kehidupan ini. Semua kembali kepada niat dan pemahaman diri ini terhadap makna romadhon. Memang ibadah kepada Allah itu, jika digali maknanya maka takkan pernah habis mutiara hikmah dari ibadah yang diperintahkan Allah kepada hamba-Nya. Tinggal kembali kepada diri ini apakah mau menggali atau hanya melihat di permukaan saja.
Aku hanya bisa berharap kepada Dzat Yang Maha Agung, Yang Menguasai seluruh alam raya agar seluruh amal yang ku lakukan diterima oleh-Nya walau aku merasa tak layak karena memang aku belum memberikan yang terbaik untuk-Nya.
Kadang diri ini malu untuk meminta kepada-Nya karena terlalu banyak dosa dan kemaksiatan yang diri ini lakukan selama ini.
Namun di penghujung romadhon ini tak terasa kesedihan terasa begitu menyesakkan dada yang mengakibatkan bulir-bulir air mata mengalir membasahi pipi. Ada ketakutan yang amat sangat dengan amal-amal yang diri ini lakukan apakah akan di terima oleh-Nya ataukan malah di campakkan ke wajah diri ini. Tak kuasa wajah dan tangan ini untuk meminta kepada-Nya karena diri ini sangat menyadari kekurangan dan kemaksiatan yang diri ini lakukan.
Di penghujung romadhon ini, hanya bisikan hati yang merintih pilu memohon kepada Dzat Yang Maha Agung agar Dia tidak melemparkan seluruh amalan kepada wajah diri ini.
Di penghujung romadhon ini, hanya pengharapan yang amat sangat kepada Dzat Yang Maha Agung, agar berkenan menerima seluruh amalan walau diri ini mengakui bahwa amalan ini belum sempurna.
Di penghujung romadhon ini, ku gantungkan seluruh pengharapan kepada Dzat Yang Maha Agung karena Dialah Yang Maha Tahu tentang apa yang terbaik untuk diri ini.
Di penghujung romadhon ini, diri ini memohon agar bisa menerima seluruh ketentuan dari Allah Robbul Izzati agar hati ini selalu lapang dan tidak ada kegundahan yang senantiasa melanda jiwa ini.
Akhirnya kupasrahkan seluruhnya kepada Allah karena Dialah Robb Semesta Alam yang mengatur hidup ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar