Sang Pembelajar

Senantiasa berusaha belajar menjadi yang terbaik agar bisa berdaya guna bagi masyarakat sekitarnya

Rabu, 03 Agustus 2011

SHOUM ROMADHON

Alhamdulillah tidak terasa sudah hari ketiga memasuki bulan suci romadhon tahun ini.
Subhanallahu, Allah masih memberi kesempatan untuk kembali mencoba belajar memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri ini melalui tarbiyah romadhon.
Mungkin sudah berapa kali kita menjalani ibadah shoum ini sejak kita kecil. Tentu banyak kenangan yang kita dapatkan, baik kenangan dalam suasana maupun kenangan spiritual yang kita peroleh selama ini.
Wallahu a'lam...saya tidak pernah tahu apakah romadhon-romadhon sebelum ini diterima oleh Allah..? Mengingat betapa banyak dosa dan kekhilafan yang pernah diperbuat. Tetapi Allah sungguh sangat sayang kepada para hamba-Nya. Dia tak bosan-bosannya memberi kesempatan untuk kembali hadirkan romadhon pada setiap hamba, yang terpenting apakah saya termasuk orang yang bisa mengoptimalkan romadhon ataukah sebaliknya, sekian romadhon telah berlalu akan tetapi kualitas diri kita tidak bertambah menjadi semakin lebih sholih maupun bertaqwa kepada-Nya.
Betapa banyak materi yang didapat, betapa banyak taujih yang didengar, betapa banyak tulisan yang dibaca, apakah itu semua bisa meningkatkan gairah kita untuk betul-betul mengoptimalkan hari-hari selama bulan romadhon.
Kadang muncul keraguan dalam diri ini, apakah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa..? Mengingat betapa banyak akhlak-akhlak yang menjadi parameter ketaqwaan belum terdapat pada diri ini. Terbersit kekhawatiran dalam diri apakah shoum romadhon yang diri ini jalani hanya sebagai sebuah tradisi ataukah karena panggilan keimanan..? Pertanyaan yang senantiasa menggelayuti pikiran sadarku. Ada sebersit ketakutan yang teramat sangat, jika shoum yang selama ini sudah dijalani ternyata tidak diterima oleh Allah azza wa jalla. Sungguh malu diri ini ketika menghadap kepada-Mu kelak. Diri ini menyangka telah berpuasa dengan kualitas yang terbaik, ternyata dimata-Mu hanya seperti buih dilautan yang tiada artinya. Mencoba dan terus mencoba belajar menikmati perintah - perintah Allah sebagai sebuah rasa kesyukuran karena telah menjadikan diri ini bagian dari golongan pengikut Muhammad Rasul junjungan. Sebuah proses yang teramat berat dan sulit. Akan tetapi ini semua harus dipaksa dan dihentakkan jiwa ini agar tidak terlena dengan kemalasan.
Memang benar ibadah shoum itu hanya untuk Allah, karena yang tahu hanya diri ini dan Sang Pencipta. Ini mengajarkan diri ini pada sebuah keyakinan apakah diri ini yakin dengan Sang Pencipta atau sebaliknya. Kalaupun yakin, sedalam apa keyakinan itu...Apakah benar-benar yakin sebagaimana Rasulullah dengan para sahabat yang agung, dalam suasana keterbatasan dalam menyebarkan islam, mereka sangat yakin bahwa Allah senantiasa menolong dan memberi ganjaran yang setimpal kepada para hamba-hamba-Nya. Yakin sebagaimana para sahabat, mereka berkorban apa saja untuk dakwah islam ini walau dari kacamata orang-orang kebanyakan itu hal sangat aneh tapi mereka melakukan itu semua karena keyakinan yang tinggi akan janji-janji Allah...
Sungguh diri ini belum ada apa-apanya dengan para pendahulu kami dalam berdakwah. Sungguh diri ini masih mengharapkan pamrih dalam berdakwah. Mengharapkan pujian, mengharapkan banyaknya pengikut, mengharapkan dunia yang ini semua tidak sebanding dengan syurga yang Engkau janjikan.
Ya Allah ampuni kesalahan hamba-Mu yang lemah ini...karena kebodohan diri ini, hamba masih mengharapkan hal lain selain keridhoan-Mu..
Ya Allah maafkan kesalahan hamba- Mu yang penuh dengan kekhilafan dan kealpaan sehingga mengakibatkan betapa banyak manusia yang belum tersentuh dengan dakwah islam ini..
Ya Allah berikan kepada kami kesabaran dan keistiqomahan dalam memegang panji dakwah ini..
jadikan kami golongan orang-orang yang menepati janji apa yang kami janjikan kepada-Mu..
Ya Allah jadikan shoum romadhon kami tahun ini lebih baik dan berkah buat dakwah kami dibanding tahun-tahun sebelumnya...
Ya Allah...sampaikan kami kepada penghujung romadhon...

(Awal romadhon 1432 H)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar