Tadi malam sekitar jam 8 malam, para petinggi AD dan AL berkumpul untuk membicarakan target - target besar yang sudah dicanangkan 1 bulan yang lalu.
Suasana pertemuan yang hangat ditambah hidangan ayam betutu bu lina yang lumayan pedas, membuat suassan diskusi para petinggi tambah hangat.
Diawali dengan kronologis pertemuan yang kebetulan saya yang memandu pertemuan itu, saya bersyukur bahwa para jenderal sangat sigap menyambut rapat komando ini. Padahal pemberitahuan baru dilakukan pada pagi harinya. Apresiasi yang luar biasa bagi para jenderal yang memang benar-benar dalam kondisi yang siap siaga selalu.
Pertemuan diawali dengan menginventarisir kekuatan masing-masing batalyon yang ada. Ternyata dari hasil inventarisir tersebut ada perkembangan data yang luar biasa yang membuat kita optimis dalam mengejar target yang telah di canangkan bersama itu.
Ada beberapa titik tempur yang memungkinkan kita bisa melakukan operasi intelijen maupun operasi tempur untuk menaklukan beberapa wilayah yang memang itu merupakan lumbung kekuatan yang memang harus segera dilumpuhkan. Walaupun kita menyadari bahwa memang kekuatan pasukan saat ini memang tidak merata. Ada beberapa perwira tempur dari beberapa kesatuan yang lagi mengalami degradasi. Ini memang harus segera dilakukan upaya terapi yang tepat dan efektif sehingga semangat tempur pasukan tidak mengalami penurunan yang drastis.
Dari diskusi komando yang berlangsung hangat, akhirnya ada beberapa keputusan strategis yang dihasilkan, yaitu disepakati bahwa ada 3 titik wilayah tempur yang harus segera ditaklukan dalam waktu 4 bulan kedepan. Berikutnya disepakati untuk menyelesaikan kondisi degradasi yang dialami pasukan, akan diadakan LATGAB yang akan diselenggarakan 9 Oktober mendatang untuk mengkondisikan pasukan agar siap diterjunkan dalam 3 titik wilayah pertempuran. Selama masa menunggu, para jenderal diminta untuk mengkondisikan pasukan tempur yang berada diwilayah komandonya. Disisi lain operasi intelijen dilakukan untuk memantau titik - titik kelemahan di wilayah tempur agar memudahkan pasukan tempur dalam melakukan upaya penaklukkan. Dan disepakati bahwa pertemuan komando akan diadakan lagi dalam kurun waktu seminggu ke depan untuk mengevaluasi dan melaporkan kondisi terkini baik di titik -titik pertempuran maupun kondisi pasukan tempur.
Akhirnya pukul 22.35 wita, rapat komando berakhir, dengan diiringi salam komando, kami pun segera meninggalkan lokasi pertemuan secara satu per satu untuk menghindari intaian dari pihak intelijen lawan. Kebetulan saya yang paling terakhir pulang karena untuk memastikan seluruh dokumen aman.
Itulah catatan sejarah yang hendak kita coba ukir dalam memenangkan pertempuran yang memakan waktu lama. Memang dibutuhkan daya tahan yang tinggi karena memang kondisi medan tempur yang kebetulan yang dihadapi betul-betul rimba belantara. Dan tidak semua orang memiliki pengalaman tempur yang sama di medan ini. Maka dari itu senantiasa dibutuhkan konsolidasi dan sinergisitas dari masing-masing komandan tempur, agar tidak terjadi degradasi dalam tubuh pasukan.
Hari ini direncanakan, saya juga akan memimpin rapat komando di pasukan tempur yang ada dibawah saya. Ini juga tantangan bagi saya sebagai Panglima operasi bagaimana pasukan tempur saya pun bersiap diri menghadapi pertempuran yang sudah ada dihadapan mata ini.
Semoga apa yang sudah direncanakan dimudahkan dan diberi kekuatan oleh Allah, agar kami bisa memenangkan pertempuran ini. Kami berharap apa yang kami lakukan menjadi catatan sejarah yang kelak bisa menjadi jariyah bagi kami semua nanti.
Kepada para pasukan komando, selamat berjuang dalam mengukir sejarah. Mari kita buktikan bahwa kita memang pasukan yang terbaik.
Selamat Berjuang. Salam Komando...!!!
esa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar