Teringat kenangan beberapa tahun yang lalu, ketika Allah mengujiku dengan sesuatu yang belum pernah ku alami sebelumnya. Dan peristiwa ini sedikit banyak merubah jalan kehidupan ku sampai sekarang yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya.
Aku teringat kalau tidak salah di bulan Pebruari 2001 pasca kelahiran anakku yang kedua, kami sepakat untuk pindah dari tempat tinggal yang lama ke tempat yang lebih luas. Meningat aku sudah memiliki 2 orang anak dan 1 orang saudara yang ikut menumpang pada kami. Akhirnya kami sepakat untuk pindah ke sebuah rumah yang kebetulan terjangkau dengan kondisi keuangan kami.
Saat itu kami tidak memiliki pikiran apapun terkait dengan kondisi rumah tersebut. Bagi kami yang penting kami dapat tempat tinggal untuk kami sekeluarga. Dengan bantuan beberapa murid pengajianku, kami boyongan ke tempat tinggal yang baru. Saking bersemangatnya dalam pindahan tersebut, aku pun merubah setting rumah tersebut yang kebetulan sebelumnya tertutup rapat tidak ada cahaya, maka aku putuskan untuk memanfaatkan jendela yang ada dengan membuka seluruh tabir agar cahaya bisa masuk ke dalam rumah tersebut. Dan memang terasa lain ketika rumah cahaya tersebut masuk kedalam rumah tersebut.
Setelah selesai merapikan rumah, karena mungkin karena capek istriku minta izin untuk tidur terlebih dahulu sambil menemani putraku yang baru lahir. Aku pun melanjutkan urusan beres-beres rumah karena masih ada pekerjaan untuk merapikan buku-buku dalam lemari. Sedang asyiknya aku menata buku, tiba-tiba aku dikejutkan dengan teriakan istriku dalam kamar sambil terbangun dari tidurnya.Aku pun bersegera menuju kamar untuk memastikan apa yang terjadi pada istriku dan anakku di dalam. Aku melihat istriku masih sangat terkejut dan shock dengan apa yang dia alami. Saat itu aku pun duduk disampingya untuk menenangkan kondisi psikologisnya. Sambil aku dekap erat, ku tanyakan apa yang terjadi sambil aku memastikan apa tadi sudah baca doa apa belum. Istriku lalu menceritakan dengan runut bahwa sebenarnya dia belum tertidur pulas karena masih menyusui putraku, secara tiba-tiba ada bayangan hitam yang langsung memeluknya sehingga membuat terkejut dan tidak bisa bernafas, syukurnya saat itu istri langsung mengucapkan kalimat takbir sehingga terlepas dari bayangan itu. Aku sendiri cukup terkejut dengan kejadian itu. Memang aku pernah mendengar hal-hal seperti ini, akan tetapi aku belum pernah mengalaminya sehingga aku pun berprinsip bahwa 'mereka' tidak akan mengganggu selama kita tidak menganggu. Akan tetapi karena secara kebetulan ini terjadi pada istriku, secara langsung mengusik kehormatanku sebagai suaminya. Mungkin sebelumnya aku mantan jagoan, jadi aku pun langsung menantang makhluk ini agar tidak menganggu istri dan anak-anakku. Kalau memang mau berkelahi ayo lawan aku, begitu ucapku kepada 'makhluk' itu. Mungkin inilah jadi salah satu pemicu karena kesombongan bercampur rasa tanggung jawab untuk melindungi keluargaku, aku pun merasakan untuk pertama kali seumur hidupku bertarung dengan makhluk ghoib itu. Tak dinyana mungkin ini sudah kehendak atau takdir dari Allah, setelah aku mengatakan demikian, aku pun merasakan sesuatu yang lain dalam diriku. Seperti ada sesuatu yang ingin masuk bahkan menyerang diriku. Bahkan yang di luar dugaan ku makhluk ini menyerang ketika diriku masih tersadar. Malam itu, akhirnya aku hanya bisa pasrah kepada Allah dengan memperbanyak tilawah. Anehnya ketika bertemu dengan ayat-ayat terkait dengan azab neraka, lidah ini terasa berat untuk mengucapkan. Akhirnya aku pun tetap memaksakan sehingga berulang-ulang kejadian ini. Keringat sebesar biji jagung pun mengucur deras dari keningku, aku pun tak kuasa untuk menahannya. Walau tubuh ini lelah, aku pun tidak istirahat dengan nyenyak karena makhluk itu akan menyerangku. Tak terasa pagi pun menjelang, maka meredalah serangan itu. Saat itu aku sangat lelah teramat sangat, akan tetapi karena harus bekerja, maka aku paksakan diri ini untuk tetap bekerja.
Di luar dugaan, istri dan anak-anakku bangun dengan segarnya, seolah-olah tidak merasakan apa yang terjadi malam itu dirumah. Aku bersyukur pada Allah karena Allah menjaga istri dan anak-anakku.
Saat itu aku berpikir positif mungkin hanya malam ini saja makhluk ini mengganggu, besok malam sudah tidak lagi. Ternyata dugaanku keliru, malam berikutnya dia kembali menyerang dan terus menyerang. Aku pun tidak habis pikir mengapa ini terjadi. Aku sudah berupaya sekuat tenaga untuk melawan menggunakan ayat-ayat qur'an akan tetapi mengapa belum berakhir ujian ini. Sempat terbersit apa rumah ini yang bermasalah hingga aku sempat berpikir untuk pindah saja dari rumah ini. Alhamdulillah muncul keyakinan dan tekada yang kuat dari diriku, bahwa aku tidak boleh kalah. Sampai kapanpun aku akan lawan terus makhluk itu.
Seminggu berlalu, ternyata gangguan masih saja terjadi. 2 minggu berlalu, ternyata masih belum berakhir gangguan itu. Akhirnya aku pun meminta masukan kepada teman-teman terdekatku. Akhirnya mereka sepakat untuk membantuku. Mereka pun berjanji akan datang ke rumahku sambil menginap bersama pada esok malam. Esok malam sesuai dengan janji yang telah dibuat, akhirnya sahabat-sahabatku datang kerumah. Saat itu, aku dibacakan ayat-ayat qur'an secara bergiliran oleh sahabat-sahabatku. Aku pun merasa baik-baik saja ketika itu, hingga akhirnya ketika waktu tidur tiba. Aku pun memisahkan diri dari sahabatku karena tidak ingin mereka terganggu. Aku tidur diruang tengah, sedang sahabat-sahabatku di ruang tidur utama. Di luar dugaan, malam itu aku tidur dengan nyenyaknya sampai tiba-tiba aku dibangunkan oleh sababatku. Saat itu mungkin masih jam 3 pagi, masih lama dari waktu shubuh. Mereka berkata ayo kita sholat di masjid. Aku pun heran kok bisa sepagi ini, kenapa tidak dirumahku saja. Cuma mereka tampak tergegas dan dalam kondisi yang hening. Aku pun tidak berpikir yang macam-macam, langsung aja kami berangkat ke masjid yang dituju. Sepanjang perjalanan menuju masjid yang ada hanya keheningan sampai kami pun tiba di masjid untuk sholat malam, semua hening sampai adzan shubuh tiba. Aku pun heran, kok tidak seperti biasanya sahabat-sahabatku seperti ini. Aku ingin bertanya cuma waktu yang tidak memungkinkan. Akhirnya setelah shubuh aku pun pamit pulang.
3 minggu berlalu, gangguan ini pun belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Akhirnya dengan segala upaya yang ada, aku putuskan untuk memasrahkan semua ini kepada Allah, karena aku yakini ini terjadi atas kehendak Allah. Bisa jadi mungkin ini teguran dari Allah atas kesombonganku selama ini yang mungkin merasa jagoan sehingga datanglah ujian ini. Aku hanya bisa pasrah mohon ampun sekaligus intropeksi atas apa-apa yang selama ini aku lakukan.
Genap satu bulan lamanya aku mengalami peristiwa yang luar biasa dalam hidupku. Ditengah tawaran-tawaran dari pihak-pihak yang simpati untuk menolongku dari serangan makhluk itu, aku berusaha untuk menolak secara halus karena aku tidak ingin keadaan bertambah parah. Pernah suat malam, ketika aku akan beranjak tidur, ada yang mengetuk pintu rumahku. Aku pikir siapa tamu malam-malam begini. Setelah ku bukakan pintu, ternyata ada serombongan orang datang dengan diantar oleh seorang yang ku kenal untuk membantuku menangani serangan mahkluk itu. Aku pun mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuannya. Aku sampaikan kepada mereka bahwa biar ini kami nikmati aja. Tiba-tiba ada salah seorang dari mereka mengatakan itu disana makhluknya. Bahkan ada dari mereka yang juga ikut diserang balik oleh makhluk itu. Aku pun hanya bisa menarik nafas dalam, mereka pun mempersilakan aku untuk istirahat biar mereka yang menangani ini semua. Aku pun pamit mundur untuk tidur. Tiba-tiba ada teriakan salah seorang dari mereka. Aku pun bergegas keluar kembali, ternyata mereka izin pamit karena mereka bukan levelnya untuk mengalahkan makhluk itu. Biar mereka mencari bantuan dari gurunya. Aku pun langsung mengatakan sudah tidak perlu biar saya saja yang menangani ini. Setelah mereka pulang, aku pun kembali diserang lagi oleh makhluk itu. Aku hanya bisa mohon ampun kepada Allah atas ketidakberdayaanku.
Setelah 1 bulan berlalu dan aku bisa menolak bantuan dari orang-orang yang bersimpati kepadaku, berangsur-angsur gangguan itu mereda. Aku sangat bersyukur kepada Allah diberi kesabaran atas ujian ini walau aku menyadari bahwa gangguan ini belum 100% pulih. Akan tetapi itu sudah cukup memberi pelajaran dan pengalaman spiritual yang luar biasa bagi diriku dan keluarga. Bahwa setiap kita punya peluang diserang oleh makhluk ghoib. Akan tetapi semua kembali kepada kita jalan mana yang kita tempuh. Berawal dari kejadian ini aku mencoba kembali belajar lebih dalam tentang ilmu aqidah, dunia ghoib, dan yang tak kalah penting adalah ilmu kesucian jiwa, karena itu semua salah satu kunci dalam menghadapi serangan mahkluk ghoib.
Memang setiap peristiwa itu ada hikmahnya, berawal dari pengalaman itu aku belajar untuk mejadi seorang peruqyah hingga saat ini.
esa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar