Sang Pembelajar

Senantiasa berusaha belajar menjadi yang terbaik agar bisa berdaya guna bagi masyarakat sekitarnya

Kamis, 10 Desember 2020

PERUBAHAN ( 1)

Tidak terasa bulan desember sudah datang menyapa. Disambut dengan datangnya hujan disertai angin senantiasa dilalui dari hari ke hari. Akan tetapi itu semua adalah bagian dari proses perjalanan yang harus dijalani, dinikmati serta disyukuri sebagai bagian dari kehidupan yang ada di bumi ini.

Banyak catatan perjalanan yang terjadi di tahun 2020 ini yang menyebabkan banyak perubahan yang terjadi. Diawali dengan pindahnya tempat kerja dari yang sebelumnya ke tempat kerja yang baru. Dan takdir Yang Maha Kuasa, tempat kerja yang baru hanya pindah gedung saja. Dan disinilah titik tolak yang menjadi awal proses perubahan ini di mulai.

Tempat kerja yang baru ternyata berada di lantai 3 dan secara otomatis setiap hari harus bolak balik turun tangga yang ternyata ini merupakan alarm bagi tubuh bahwa ada yang terjadi pada tubuh ini. 

Takdir Allah pada periode awal - awal tahun ternyata mengalami serangan jantung kembali untuk kedua kalinya akibat tekanan darah melebihi batas ambang normal. Jantung terasa berdebar-debar begitu kerasnya dan nafas begitu beratnya. Sempat terpikir apakah waktu akan segera berakhir. Ada kekhawatiran yang melanda namun disisi lain ada penyesalan yang mendera diri, akankah ada kesempatan kembali untuk perbaiki diri dan hidup agar bisa memperbaharui komitmen diri.

Segala puji hanyalah milik Allah semata, ada  kesempatan untuk diri ini agar bisa segera memperbaiki apa - apa yang sudah terjadi.

esa

Kamis, 31 Desember 2015

PENGHUJUNG TAHUN

Tak terasa waktu terus bergulir. Dan banyak episode kehidupan yang terjadi di tahun ini.
Ada suka, ada duka, ada sedih dan ada bahagia.

Waktu adalah kehidupan. Kehidupan akan semakin bermakna dan berwarna manakala kita bisa memanfaatkan dan menghargai waktu yang kita lewati bersama.

Sering kali yang terjadi pada diri adalah penyesalan atau berandai - andai jika waktu bisa terulang kembali. Akan tetapi waktu tetap terus berjalan dan terus berjalan meninggalkan semua jejak - jejak kehidupan kita di belakang.

Sekarang kita hanya bisa menatap hari esok, apakah yang harus di isi dalam setiap episode kehidupan kita di waktu yang akan datang.

Semoga kita termasuk golongan orang - orang yang bisa menghargai waktu dan memanfaatkan setiap waktu yang dimiliki untuk sebuah karya yang bermanfaat untuk sesama.

esa

Kamis, 08 Januari 2015

MEMUTUSKAN SEBUAH PILIHAN

Dalam beberapa bulan terakhir, banyak kegiatan yang membuat diri memacu diri untuk bisa mengoptimalkan seluruh waktu yang ada.

Dan ternyata pada akhirnya, saya harus memutuskan pilihan - pilihan yang harus di ambil dengan berbagai pertimbangan yang ada. Walau memang disadari pilihan ini terasa sulit dan berat, saya tetap harus memutuskan untuk memilih dengan mengukur kapasitas dan kompetensi yang ada pada diri.

Semoga keputusan ini membawa kebaikan dan keberkahan untuk diri ini di masa yang akan datang.

esa

Selasa, 19 Agustus 2014

MERENDA MIMPI

Mimpi itu adalah energi. Mimpi itu adalah sumber motivasi. Kalau kita tidak memiliki mimpi, maka bagaimana kita akan melangkah.

Mimpi itu adalah obsesi. Mimpi itu juga adalah harapan. Harapan untuk bisa menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Ada berbagai macam jenis mimpi. Ada mimpi orang yang tidur. Yang itu bisa mengundang berbagai macam interprestasi dari yang bersangkutan. Mimpi orang yang malas. Yang itu hanya bisa mengundang khayalan dan rasa iri serta cemburu ketika melihat keberhasilan orang lain. Mimpi orang yang tertipu. Mimpi orang - orang yang putus asa dari kehidupan. Mimpi orang penggerak. Yang mampu menggerakkan pelaku mimpi untuk senantiasa bergerak dan berbuat sesuatu yang positif baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Mimpi peradaban, mimpi sang pembangun peradaban.

Kita semua bisa memilih jenis mimpi mana yang akan kita inginkan, karena setiap pilihan mimpi kita akan mempengaruhi langkah kehidupan kita di masa yang akan datang.

Jadi mari  mulai awali hari ini dengan merenda mimpi. Mimpi yang obsesif. Mimpi yang membangun dan menggerakkan seluruh potensi yang ada pada diri. Sesungguhnya banyak hal-hal yang bisa dilakukan dan dirintis sejak sekarang.

esa

Jumat, 13 Juni 2014

Kembali Menulis (lagi)

Akhirnya mencoba untuk menulis lagi. Sebuah kebiasaan yang 2 tahun lebih ditinggalkan. Ada banyak hal yang membuat jari jemari ini kembali tergerak menulis di atas keyboard. Satu pertanyaan besar yang senantiasa menggelayuti alam pikiran, untuk apa menulis dan kepada siapa tulisan ini ditujukan. Ini merupakan pertanyaan awal yang harus diselesaikan sebelum menulis. Karena itu merupakan salah satu sumber kekuatan dan motivasi untuk senantiasa membiasakan menulis.

Siapkah saya untuk menulis lagi ? Khususnya menulis dari hati dan pikiran saya sendiri. Menulis apa yang dirasakan serta apa yang di alami. Menulis apa adanya. Menulis sebuah kejujuran akan diri ini. Menulis sebuah karya kebaikan untuk diri ini sendiri. Menulis untuk sebuah mimpi. Mimpi membangun peradaban. Mimpi yang terlalu obsesif untuk diri sendiri.

Yang terpenting saat ini adalah saya sudah memulai untuk menulis. Lalu bagaimana dengan anda ?

Rabu, 07 November 2012

BELAJAR

<p>Saat ini aku belajar lagi memaknai setiap proses persalinan dari putra - putriku.<br>
Tidak terasa saat ini Allah berikan amanah lagi dengan kelahiran putriku. Kondisi yang sama sekali baru lagi dibanding dengan kakak-kakaknya terdahulu.

Saat ini aku belajar tentang jantung bocor yang diderita oleh putriku. Suatu pengalaman yang benar-benar baru. Semoga Allah memberi kekuatan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi ini semua sehingga aku bisa mendapat hikmah yang tersembunyi dari semua ini.

Selasa, 07 Agustus 2012

AKU

Aku hanya seorang manusia biasa
lahir dari setitik air yang hina
tidak ada yang bisa kubanggakan dari aku
keberadaanku selalu menjadi masalah bagi siapapun

Aku hanya seorang manusia biasa
ibuku hanya orang biasa
aku hanya di ajarkan kelembutan
dan belajar menerima kesalahan
serta memaafkan

Aku hanya seorang manusia biasa
tidak pernah diajarkan kepadaku
untuk bersikap dendam kepada siapapun
apapun perlakuan mereka kepadaku

Aku hanya seorang manusia biasa
kerasnya kehidupan membuatku
memiliki karakter yang keras
bahkan cenderung cuek serta tega
akan tetapi dibalik itu semua
sesungguhnya aku sangatlah rapuh
tidak sekeras apa yang tampak diluar

Aku hanya seorang manusia biasa
tidak pandai mengungkap kata
sering kali ketika masalah itu muncul
aku hanya bisa diam tanpa bicara
karena aku tidak ingin menyakiti siapapun
karena aku khawatir terhadap diriku yang bisa berubah
sangat emosional dan kasar

Aku hanya seorang manusia
terlalu banyak dosa dan kemaksiatan yang aku lakukan
neraka lah tempat yang pantas untuk aku
karena itu konsekuensi dan tanggung jawab
atas apa yang aku lakukan selama ini

Aku hanya seorang manusia biasa
bolehkah aku berharap
mengetuk pintu kasih sayang dari Tuhanku
berharap rahmat dan kasih sayang-Nya
walau aku malu untuk meminta dan berharap
terlalu banyak lumuran dosa dan noda-noda hitam
yang ada didiri ini
sudikah kiranya Tuhanku membuka pintu-Nya untukku..

Aku hanya seorang manusia biasa


esa

KESUKSESA

Sering kali kita tidak sadar bahwa apa sesungguhnya yang kita cari di dunia ini.
Di zaman yang sudah semakin maju dan modern, dimana semua ada ukuran kesuksesan dan kebahagiaan, sering kali kita terjebak dalam ukuran yang bersifat material.
Semua orang berlomba-lomba untuk mengejar kesuksesan dengan persepsi masing - masing.

Kadang aku berpikir, apa yang sebenarnya di cari di dunia ini...? Kesuksesan hakiki atau kesuksesan abadi..? kesuksesan menurut ukuran manusia atau kesuksesan menurut Yang Menciptakan kita..?
Semua kembali kepada persepsi kita semua terhadap makna kesuksesan itu sendiri.

Aku hanya berharap bahwa ketika aku diberi kesempatan hidup di dunia ini, bagaimana aku bisa membuat orang sukses, sehingga aku bisa merasakan kesuksesan itu sendiri.
Aku berharap semoga keberadaanku bisa menjadi batu pijakan bagi sukses orang banyak.

esa

Selasa, 15 Mei 2012

Yakinlah, Semua Kebaikanmu Tidak Akan Sia-sia

Yakinlah, Semua Kebaikanmu Tidak Akan Sia-sia

esa

MENJADI DIRI SENDIRI

AKU TERLAHIR MERDEKA
ALLAH MEMBERIKAN PILIHAN - PILIHAN HIDUP KEPADA DIRIKU
AKU DIBERIKAN AKAL, POTENSI, KEKUATAN
MENGAPA AKU HARUS MENJADI ORANG LAIN

SETIAP KITA PUNYA PILIHAN
APAPUN PILIHAN KITA
ITU ADALAH PROSES UNTUK MENJADI DIRI SENDIRI
MENGAPA KITA TIDAK BANGGA UNTUK MENJADI DIRI SENDIRI

BETAPA HINANYA KITA KETIKA BERADA DIBAWAH BAYANG -BAYANG ORANG LAIN
TIDAK PERCAYA PADA DIRI SENDIRI
MALU DENGAN APA YANG ADA PADA DIRI SENDIRI
PADAHAL ITU SEMUA ANUGERAH YANG TERINDAH DARI SANG PENCIPTA
MAKA BERSYUKURLAH TERHADAP APA YANG TELAH DI BERI

JADILAH DIRI SENDIRI
DIRI YANG MERDEKA
DIRI YANG SIAP BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP KEHIDUPAN YANG DIA PILIH
DIRI YANG  SIAP UNTUK MENANGGUNG SETIAP RESIKO ATAS PILIHAN
DIRI YANG UTUH TIDAK TERPECAH
BANGGA MENJADI DIRI SENDIRI

BANGGA BAHWA AKU DICIPTAKAN OLEH SANG PENCIPTA
UNTUK MENJADI DIRI SENDIRI
BUKAN MENJADI ORANG LAIN

esa

Selasa, 24 Januari 2012

SAYAP YANG PATAH

Burung itu ditakdirkan memiliki dua sayap yang berfungsi untuk menjadi sarana agar dia bisa terbang tinggi ke angkasa. Melihat indah cakrawala, menatap luas langit, menjelajah ke seluruh penjuru bumi.

Sayap juga memiliki fungsi sebagai pelindung, sumber kehangatan, menjadi penyeimbang ketika angin dan badai datang menerjang.

Ketika salah satu sayap tidak berfungsi atau patah, maka sang burung pun tidak bisa melakukan apa yang biasa dilakukan.

Dia akan rapuh. Dia akan lemah tak berdaya. Dia hanya jadi hiasan. Dia tidak lagi bisa terbang tinggi ke angkasa, melihat cakrawal, melihat ke seluruh penjuru bumi.

Kita pun memiliki 2 sayap yang kita gunakan untuk bisa melihat cakrawala. Ketika salah satu sayap yang kita miliki patah, maka kita pun akan mengalami hal yang sama dengan sang burung.

Sering kali kita tidak menyadari betapa pentingnya sayap-sayap yang kita miliki karena itu menentukan setiap langkah - langkah besar dalam kehidupan kita.

Kita baru menyadari betapa pentingnya sayap yang kita gunakan secara adil, ketika timbul penyesalan dalam diri ketika terjadi sebuah peristiwa. Dan sering kali itu terjadi  berulang kali tidak hanya sekali. Betapa kita sering mudah melupakan penyesalan - penyesalan yang telah lewat. Untuk itu, kita harus senantiasa mengoptimalkan fungsi sayap -sayap yang ada pada diri kita sehingga kita bisa melihat dengan cakrawala yang lebih luas, lebih dalam dan lapang. Yang pada akhirnya kita belajar untuk senantiasa bijaksana dalam proses kehidupan yang sedang kita jalani ini.

Sayap - sayap yang kita miliki adalah mata kita yang melihat secara lahiriah dan mata hati kita yang melihat secara lebih dalam dan obyektif atas setiap hasil dari mata lahiriah kita.
Tinggal bagaimana kita bisa mengoptimalkan kedua sayap yang kita miliki.

Semoga kita tetap bisa belajar bijaksana dalam setiap fase kehidupan yang kita jalani.
esa

Rabu, 11 Januari 2012

BERGERAKLAH

Capek....
Penat....
Lelah...
Jenuh...
Bosan....
Seringkali itu yang dirasakan ketika menerima sebuah kondisi yang jauh dengan harapan atau apa yang di inginkan.

Mencoba dan terus mencoba membangun asa, membangun semangat, membangun pikiran positif agar beban-beban yang ada dihati tidak terus menggelayut di relung kalbu.

Berjalan tegap, menatap tajam ke hadapan, menyongsong hari demi hari, menyongsong impian yang jauh lebih baik daripada hari ini.

Mendung takkan selamanya hujan. Kegelapan akan segera berakhir dengan datangnya mentari. Membangun keyakinan bahwa jika pada hari ini kita jatuh, yakinlah bahwa kita bisa kembali bangkit.

Yakinlah jika hari ini adalah periode kegelapan, maka esok adalah periode yang terang benderang karena mentari kan bersinar.

Yang perlu kita lakukan adalah tetap sabar dan menerima serta menikmati semuanya tanpa ada yang perlu disesali maupun di rutuki. Semua telah terjadi, maka mengalirlah seperti air. Air senantiasa bergerak membawa segalanya dan mensucikan segalanya.

Bergeraklah, karena bergerak akan membuang seluruh kotoran-kotoran yang ada dalam tubuh.
Bergeraklah, karena bergerak itu menyehatkan.
Bergeraklah, karena masih ada harapan yang hendak dituju.
Bergeraklah, karena itu adalah wujud eksistensi kita.
Dan bergeraklah, karena dengan itu menunjukkan bahwa kita masih hidup.

esa

Kamis, 15 Desember 2011

CINTA II

CINTA itu bahasa HATI
CINTA itu bahasa RINDU
CINTA itu bahasa RASA
CINTA itu bahasa JIWA

Maka CINTA tidak membutuhkan kata - kata
Biarkah HATI yang bicara dengan bahasanya sendiri
Biarkan RINDU yang bicara dengan bahasanya sendiri
Biarkan RASA yang bicara dengan bahasanya sendiri
Biarkan JIWA yang bicara dengan bahasanya sendiri

Ketika semua telah berbicara, maka CINTA akan menggerakkan seluruh potensi yang ada pada diri
Biarkan semua mengalir hingga mencapai muaranya

Maka CINTA itu akan mencapai muaranya sesuai dengan apa yang dituju oleh Para Pemilik CINTA

CINTA

Jika dia sebuah CINTA,  dia tak akan menyiksa namun mengisi
Dia tak memaksa, namun mengerti
Dia tak datang dengan kata, namun menghampiri dengan HATI
Dia tak datang karena permintaan, namun hadir karen pengorbanan dan kesetiaan.

esa

Rabu, 14 Desember 2011

INSPIRASI

KAMI HIDUP, MENCINTAI, BELAJAR DAN MENINGGALKAN WARISAN

Kami Hidup sambil berupaya keras menjadi yang terbaik;

Kami mencintai sambil memedulikan orang lain;

Kami belajar sambil bekerja keras dan selalu melakukan yang terbaik;

Kami meninggalkan warisan dengan berbagi dengan orang lain dan berusaha membuat karya besar di dunia.

esa

Selasa, 22 November 2011

BELAJAR MEMBERI TANPA MENGHARAP

Kadang sebagai manusia, saya selalu memiliki harapan atas sebuah amal atau prestasi yang telah saya lakukan. Memang itu adalah hal yang wajar kalau menurut para pakar psikologi. Namun disisi lain, ketika saya tidak memperoleh apa yang saya harapkan, ada rasa kecewa yang muncul dalam diri ini, walaupun saya sadari itu adalah hal yang kurang baik dan bisa mempengaruhi kualitas kerja bahkan interaksi dengan rekan-rekan yang lain.

Memang belajar untuk memberi tanpa mengharap adalah salah satu proses pembelajaran yang luar biasa sulit dan bahkan terancam gagal. Mengapa demikian, karena saya berusaha untuk mengendalikan sisi-sisi kemanusiaan saya yang memang itu sangat wajar dirasakan oleh setiap manusia. Ibaratnya adalah saya butuh pengakuan atas hasil kerja-kerja yang telah saya lakukan.

Namun, setelah sekian lama bergulat dalam perang psikologis yang ada dalam jiwa ini, lambat laun saya mencoba untuk merunut kembali alur kehidupan yang telah saya alami sekian waktu. Dari sana saya bisa merasakan apa-apa yang pernah terjadi pada diri saya.

Bahwa memang saya sadari ketika saya memberi dengan mengharap sesuatu, entah pujian atau apresiasi dari rekan-rekan, Memang itu mempengaruhi semangat kerja saya. Yang jadi masalah adalah ketika saya tidak mendapat apapun dari apa yang saya kerjakan atau lakukan dari rekan-rekan yang selama ini menurut saya telah diberikan bantuan oleh saya. Ada kecewa, marah, mungkin bisa jadi ngambul dan ekspresi emosional lainnya. Yang itu membuat lelah jiwa dan fisik saya.

Setelah melalui kontemplasi dan dialog dalam diri sendiri yang intens saya lakukan, akhirnya saya menyadari kekeliruan bahkan rusaknya amal-amal yang selama ini telah saya lakukan. Ketika saya memberi dengan mengharap sesuatu dari manusia pada hakikatnya saya telah menghancurkan amal-amal yang telah saya lakukan. Bahkan telah merusak jiwa ini, dengan mengharap sesuatu yang fana bisa membuat jiwa ini cepat merasa lelah dan letih, yang pada akhirnya merasa besar sendiri padahal hakikatnya saya ini sangat kecil dibanding dengan yang lainnya. Suatu kondisi yang sangat berbahaya bagi kehidupan saya di masa yang akan datang.

Pada akhirnya saya menyadari kekeliruan yang terjadi selama ini pada diri saya. Saya harus berubah dan segera memperbaiki kondisi hati ini, agar tidak berlarut-larut dalam kehancuran yang bisa mengakibatkan kerugian yang besar pada diri saya di masa yang akan datang.

Saya berusaha dan terus berusaha untuk senantiasa belajar memberi yang terbaik tanpa mengharap sesuatu dari makhluk karena yang saya harapkan hanya keridhoan dari Yang Menciptakan mahkluk yaitu Allah Robbul Izzati..

Semoga saya termasuk golongan dari hamba-hambanya yang diridhoi dan dicintai oleh-NyA, karena berusaha untuk memberi yang terbaik untuk agama ini.

esa

Kamis, 22 September 2011

SERANGAN

Teringat kenangan beberapa tahun yang lalu, ketika Allah mengujiku dengan sesuatu yang belum pernah ku alami sebelumnya. Dan peristiwa ini sedikit banyak merubah jalan kehidupan ku sampai sekarang yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya.

Aku teringat kalau tidak salah di bulan Pebruari 2001 pasca kelahiran anakku yang kedua, kami sepakat untuk pindah dari tempat tinggal yang lama ke tempat yang lebih luas. Meningat aku sudah memiliki 2 orang anak dan 1 orang saudara yang ikut menumpang pada kami. Akhirnya kami sepakat untuk pindah ke sebuah rumah yang kebetulan terjangkau dengan kondisi keuangan kami.

Saat itu kami tidak memiliki pikiran apapun terkait dengan kondisi rumah tersebut. Bagi kami yang penting kami dapat tempat tinggal untuk kami sekeluarga. Dengan bantuan beberapa murid pengajianku, kami boyongan ke tempat tinggal yang baru. Saking bersemangatnya dalam pindahan tersebut, aku pun merubah setting rumah tersebut yang kebetulan sebelumnya tertutup rapat tidak ada cahaya, maka aku putuskan untuk memanfaatkan jendela yang ada dengan membuka seluruh tabir agar cahaya bisa masuk ke dalam rumah tersebut. Dan memang terasa lain ketika rumah cahaya tersebut masuk kedalam rumah tersebut.

Setelah selesai merapikan rumah, karena mungkin karena capek istriku minta izin untuk tidur terlebih dahulu sambil menemani putraku yang baru lahir. Aku pun melanjutkan urusan beres-beres rumah karena masih ada pekerjaan untuk merapikan buku-buku dalam lemari. Sedang asyiknya aku menata buku, tiba-tiba aku dikejutkan dengan teriakan istriku dalam kamar sambil terbangun dari tidurnya.Aku pun bersegera menuju kamar untuk memastikan apa yang terjadi pada istriku dan anakku di dalam. Aku melihat istriku masih sangat terkejut dan shock dengan apa yang dia alami. Saat itu aku pun duduk disampingya untuk menenangkan kondisi psikologisnya. Sambil aku dekap erat, ku tanyakan apa yang terjadi sambil aku memastikan apa tadi sudah baca doa apa belum. Istriku lalu menceritakan dengan runut bahwa sebenarnya dia belum tertidur pulas karena masih menyusui putraku, secara tiba-tiba ada bayangan hitam yang langsung memeluknya sehingga membuat terkejut dan tidak bisa bernafas, syukurnya saat itu istri langsung mengucapkan kalimat takbir sehingga terlepas dari bayangan itu. Aku sendiri cukup terkejut dengan kejadian itu. Memang aku pernah mendengar hal-hal seperti ini, akan tetapi aku belum pernah mengalaminya sehingga aku pun berprinsip bahwa 'mereka' tidak akan mengganggu selama kita tidak menganggu. Akan tetapi karena secara kebetulan ini terjadi pada istriku, secara langsung mengusik kehormatanku sebagai suaminya. Mungkin sebelumnya aku  mantan jagoan, jadi aku pun langsung menantang makhluk ini agar tidak menganggu istri dan anak-anakku. Kalau memang mau berkelahi ayo lawan aku, begitu ucapku kepada 'makhluk' itu. Mungkin inilah jadi salah satu pemicu karena kesombongan bercampur rasa tanggung jawab untuk melindungi keluargaku, aku pun merasakan untuk pertama kali seumur hidupku bertarung dengan makhluk ghoib itu. Tak dinyana mungkin ini sudah kehendak atau takdir dari Allah, setelah aku mengatakan demikian, aku pun merasakan sesuatu yang lain dalam diriku. Seperti ada sesuatu yang ingin masuk bahkan menyerang diriku. Bahkan yang di luar dugaan ku makhluk ini menyerang ketika diriku masih tersadar. Malam itu, akhirnya aku hanya bisa pasrah kepada Allah dengan memperbanyak tilawah. Anehnya ketika bertemu dengan ayat-ayat terkait dengan azab neraka, lidah ini terasa berat untuk mengucapkan. Akhirnya aku pun tetap memaksakan sehingga berulang-ulang kejadian ini. Keringat sebesar biji jagung pun mengucur deras dari keningku, aku pun tak kuasa untuk menahannya. Walau tubuh ini lelah, aku pun tidak istirahat dengan nyenyak karena makhluk itu akan menyerangku. Tak terasa pagi pun menjelang, maka meredalah serangan itu. Saat itu aku sangat lelah teramat sangat, akan tetapi karena harus bekerja, maka aku paksakan diri ini untuk tetap bekerja.

Di luar dugaan, istri dan anak-anakku bangun dengan segarnya, seolah-olah tidak merasakan apa yang terjadi malam itu dirumah. Aku bersyukur pada Allah karena Allah menjaga istri dan anak-anakku.
Saat itu aku berpikir positif  mungkin hanya malam ini saja makhluk ini mengganggu, besok malam sudah tidak lagi. Ternyata dugaanku keliru, malam berikutnya dia kembali menyerang dan terus menyerang. Aku pun tidak habis pikir mengapa ini terjadi. Aku sudah berupaya sekuat tenaga untuk melawan menggunakan ayat-ayat qur'an akan tetapi mengapa belum berakhir ujian ini. Sempat terbersit apa rumah ini yang bermasalah hingga aku sempat berpikir untuk pindah saja dari rumah ini. Alhamdulillah muncul keyakinan dan tekada yang kuat dari diriku, bahwa aku tidak boleh kalah. Sampai kapanpun aku akan lawan terus makhluk itu.

Seminggu berlalu, ternyata gangguan masih saja terjadi. 2 minggu berlalu, ternyata masih belum berakhir gangguan itu. Akhirnya aku pun meminta masukan kepada teman-teman terdekatku. Akhirnya mereka sepakat untuk membantuku. Mereka pun berjanji akan datang ke rumahku sambil menginap bersama pada esok malam. Esok malam sesuai dengan janji yang telah dibuat, akhirnya sahabat-sahabatku datang kerumah. Saat itu, aku dibacakan ayat-ayat qur'an secara bergiliran oleh sahabat-sahabatku. Aku pun merasa baik-baik saja ketika itu, hingga akhirnya ketika waktu tidur tiba. Aku pun memisahkan diri dari sahabatku karena tidak ingin mereka terganggu. Aku tidur diruang tengah, sedang sahabat-sahabatku di ruang tidur utama. Di luar dugaan, malam itu aku tidur dengan nyenyaknya sampai tiba-tiba aku dibangunkan oleh sababatku. Saat itu mungkin masih jam 3 pagi, masih lama dari waktu shubuh. Mereka berkata ayo kita sholat di masjid. Aku pun heran kok bisa sepagi ini, kenapa tidak dirumahku saja. Cuma mereka tampak tergegas dan dalam kondisi yang hening. Aku pun tidak berpikir yang macam-macam, langsung aja kami berangkat ke masjid yang dituju. Sepanjang perjalanan menuju masjid yang ada hanya keheningan sampai kami pun tiba di masjid untuk sholat malam, semua hening sampai adzan shubuh tiba. Aku pun heran, kok tidak seperti biasanya sahabat-sahabatku seperti ini. Aku ingin bertanya cuma waktu yang tidak memungkinkan. Akhirnya setelah shubuh aku pun pamit pulang.

3 minggu berlalu, gangguan ini pun belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Akhirnya dengan segala upaya yang ada, aku putuskan untuk memasrahkan semua ini kepada Allah, karena aku yakini ini terjadi atas kehendak Allah. Bisa jadi mungkin ini teguran dari Allah atas kesombonganku selama ini yang mungkin merasa jagoan sehingga datanglah ujian ini. Aku hanya bisa pasrah mohon ampun sekaligus intropeksi atas apa-apa yang selama ini aku lakukan.

Genap satu bulan lamanya aku mengalami peristiwa yang luar biasa dalam hidupku. Ditengah tawaran-tawaran dari pihak-pihak yang simpati untuk menolongku dari serangan makhluk itu, aku berusaha untuk menolak secara halus karena aku tidak ingin keadaan bertambah parah. Pernah suat malam, ketika aku akan beranjak tidur, ada yang mengetuk pintu rumahku. Aku pikir siapa tamu malam-malam begini. Setelah ku bukakan pintu, ternyata ada serombongan orang datang dengan diantar oleh seorang yang ku kenal untuk membantuku menangani serangan mahkluk itu. Aku pun mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuannya. Aku sampaikan kepada mereka bahwa biar ini kami nikmati aja. Tiba-tiba ada salah seorang dari mereka mengatakan itu disana makhluknya. Bahkan ada dari mereka yang juga ikut diserang balik oleh makhluk itu. Aku pun hanya bisa menarik nafas dalam, mereka pun mempersilakan aku untuk istirahat biar mereka yang menangani ini semua. Aku pun pamit mundur untuk tidur. Tiba-tiba ada teriakan salah seorang dari mereka. Aku pun bergegas keluar kembali, ternyata mereka izin pamit karena mereka bukan levelnya untuk mengalahkan makhluk itu. Biar mereka mencari bantuan dari gurunya. Aku pun langsung mengatakan sudah tidak perlu biar saya saja yang menangani ini. Setelah mereka pulang, aku pun kembali diserang lagi oleh makhluk itu. Aku hanya bisa mohon ampun kepada Allah atas ketidakberdayaanku.

Setelah 1 bulan berlalu dan aku bisa menolak bantuan dari orang-orang yang bersimpati kepadaku, berangsur-angsur gangguan itu mereda. Aku sangat bersyukur kepada Allah diberi kesabaran atas ujian ini walau aku menyadari bahwa gangguan ini belum 100% pulih. Akan tetapi itu sudah cukup memberi pelajaran dan pengalaman spiritual yang luar biasa bagi diriku dan keluarga. Bahwa setiap kita punya peluang diserang oleh makhluk ghoib. Akan tetapi semua kembali kepada kita jalan mana yang kita tempuh. Berawal dari kejadian ini aku mencoba kembali belajar lebih dalam tentang ilmu aqidah, dunia ghoib, dan yang tak kalah penting adalah ilmu kesucian jiwa, karena itu semua salah satu kunci dalam menghadapi serangan mahkluk ghoib.

Memang setiap peristiwa itu ada hikmahnya, berawal dari pengalaman itu aku belajar untuk mejadi seorang peruqyah hingga saat ini.

esa

Rabu, 21 September 2011

GURUKU SAHABATKU

Sudah beberapa waktu, istri dan sahabatku mengingatkanku akan kondisi seorang guruku sekaligus sahabatku. Saat itu aku hanya menjawab insya Allah segera setelah luang dari kesibukan yang ada. Secara kebetulan ada anggota jamaah pengajian yang berkunjung ke rumah dan bertemu dengan istri, dan secara tidak sengaja beliau menceritakan kondisi terakhir dari guruku tersebut yang saat ini sudah masuk rumah sakit kembali untuk menjalani operasi.

Beliau menceritakan dengan gamblang apa yang terjadi dengan kondisi kesehatan guruku tersebut. Bahkan beliau pun menyampaikan bahwa sudah sangat memprihatinkan, dengan tubuh yang terbalut tulang, dan cairan yang terus keluar dari lubang yang sengaja dibuat oleh tim dokter di sebelah kiri dadanya.
 Saat itu istri hanya mendengarkan dengan seksama penuturan dari jamaah pengajianku.

Ketika aku pulang ke rumah, istri pun menceritakan kembali apa yang dia dengarkan. Istri pun memohon dengan sangat agar aku meluangkan waktu untuk menjenguknya, mengingat kedekatan beliau kepada ku maupun kepada jamaah pengajianku sudah terjalin begitu lama. Boleh di bilang beliau pun punya andil terhadap jamaah pengajian yang aku kelola saat ini.

Akhirnya aku pun menyampaikan ke istriku, insya Allah segera berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk beliau. Malam itu pun kami bermusyawarah untuk mengatur ulang jadwalku khususnya, mengingat aku ada beberapa janji dengan beberapa orang. Setelah diatur dan dikomunikasikan dengan pihak lain, akhirnya aku putuskan untuk berkunjung pada hari ahad pagi walaupun hari itu ada acara lain yang aku harus hadiri dengan sangat terpaksa aku tidak ikut serta dan sebagai gantinya aku bagi tugas dengan istri.

Hari ahad, tanggal 18 September 2011 pukul 08.30 aku berangkat. Pertama kali aku antar istri dan anakku ke lokasi acara halal bi halal, setelah aku antarkan mereka dan bertemu dengan panitia sambil mengajukan permohonan maaf karena tidak bisa ikut acara ini karena ingin berkunjung ke guruku.

Aku pun berangkat kembali menuju RSAD Sudirman, Sesampainya di parkiran, aku segera meluncur ke ruang Anggrek kamar 11. Setelah menemukan kamarnya, sempat ragu sejenak apakah benar ini kamarnya. Akhirnya aku pun bertanya kepada petugas untuk memastikan. Alhamdulillah ternyata benar. Aku pun mengetuk pintu untuk minta izin masuk. Selang tak berapa lama kemudian pintu pun terbuka. Ternyata yang membuka pintu adalah istrinya dan mempersilakan aku masuk. Aku pun masuk sambil mengucapkan salam kepada beliau yang terbaring lemah di pembaringan.

Sungguh aku sangat terkejut dengan kondisi yang dialami beliau. Setelah menjabat tangannya dengan erat, sungguh tak di duga, beliau masih mengingatku dengan baik, padahal informasi yang aku terima sebelumnya, beliau mulai sedikit lupa karena sakit yang dideritanya.

Setelah melihat kondisi beliau, aku terdiam beberapa saat, aku berusaha sekuat tenaga agar air mata ini tidak jatuh berurai. Aku pun menata hati dan memulai dengan pembicaraan yang ringan.

Sungguh siapapun yang melihat kondisi beliau, pasti tidak akan menyangka. Ditengah kondisi sakit beliau yang berat, ketika beliau terbangun dari tertidur walau itu tidak lama, beliau selalu menanyakan apakah sudah masuk waktu sholat. Kami pun senantiasa mengingatkan belum, insya Allah nanti kalau sudah masuk waktu pasti akan diberitahu. Beliau juga bercerita kepadaku, betapa beliau merasa sangat sedih karena sudah sangat lama tidak sholat berjamaah di masjid dan mengikuti sholat jum'at mengingat kondisi beliau yang tidak memungkinkan untuk bisa pergi ke masjid. Beliau sangat takut kalau beliau tidak termasuk orang-orang yang menegakkan sholat. Aku hibur beliau bahwa Allah Maha Tahu dan ada rukhshoh terkait dengan kondisi yang beliau alami saat ini.

Tak terasa kami pun saling bercerita mengingat masa lalu. Mengingat waktu kita pergi ke puncak keramat di bedugul. Saat itu beliau sedikit tertawa mengenang peristiwa itu karena saat itu beliau sampai mencret karena begitu jauhnya jarak perjalanan. Tetapi beliau menyampaikan ketika sampai puncak hilang semua sakit dan beban yang ada, yang ada hanya rasa syukur yang teramat sangat karena masih bisa melihat keindahan alam ciptaan Allah.

Tak terasa 1 jam lebih kami saling bercengkerama sampai pada akhirnya aku pun izin pamit pulang karena harus menjemput istriku di tempat lain. Hanya seuntai senyum dan permohonan doa yang beliau sampaikan kepadaku agar Allah memberi yang terbaik untuknya. Aku pun mengangguk pelan sambil berusaha menahan air mata ini. Aku pun pamit pulang dan keluar dari ruangan beliau.

Akhirnya setelah keluar ruangan, aku tak mampu lagi menahan air mata ini. Aku hanya bisa memohon kepada Allah agar sakit beliau menjadikan beliau mejadi lebih baik, karena Allah lah Yang Maha Tahu dengan semua ini.

Mungkin bagi sebagian orang beliau bukan siapa-siapa, tapi bagiku beliau adalah guru kehidupan. Beliau memberikan contoh dedikasi yang luar biasa dalam mendidik anak-anak. Beliau lah yang mendidik anak-anak maupun orang tua dengan cinta dan kasih sayang. Beliau tidak pernah mengeluh. Beliau bahkan cenderung mengalah untuk kebaikan bersama. Betapa banyak orang-orang yang tersentuh hatinya dengan pendekatan yang beliau lakukan kepada masyarakat. Pribadi yang ramah dan murah senyum. Senantiasa berusaha melayani masyarakat tanpa pamrih. Beliau berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat walau beliau sendiri mungkin harus menderita.
Beliau memang benar-benar guru sejati. Aku pun mengaku bahwa aku banyak belajar kepadanya dalam hal pendekatan sosial kepada masyarakat di sekitar kita.
Semoga aku bisa mengambil pelajaran dari beliau.

Semoga Allah memberi yang terbaik untuk guruku, H. PURNOMO SIDIQ. Aku mencintainya karena Allah..Maafkan aku yang baru bisa hadir menemanimu walau hanya sesaat, semoga itu bisa memompa semangat agar kita bisa berkumpul dan berdiskusi kembali tentang banyak hal.

Doa kami untuk guruku...



esa

Kamis, 15 September 2011

MENGUKIR SEJARAH

Tadi malam sekitar jam 8 malam, para petinggi AD dan AL berkumpul untuk membicarakan target - target besar yang sudah dicanangkan 1 bulan yang lalu.
Suasana pertemuan yang hangat ditambah hidangan ayam betutu bu lina yang lumayan pedas, membuat suassan diskusi para petinggi tambah hangat.

Diawali dengan kronologis pertemuan yang kebetulan saya yang memandu pertemuan itu, saya bersyukur bahwa para jenderal sangat sigap menyambut rapat komando ini. Padahal pemberitahuan baru dilakukan pada pagi harinya. Apresiasi yang luar biasa bagi para jenderal yang memang benar-benar dalam kondisi yang siap siaga selalu.

Pertemuan diawali dengan menginventarisir kekuatan masing-masing batalyon yang ada. Ternyata dari hasil inventarisir tersebut ada perkembangan data yang luar biasa yang membuat kita optimis dalam mengejar target yang telah di canangkan bersama itu.

Ada beberapa titik tempur yang memungkinkan kita bisa melakukan operasi intelijen maupun operasi tempur untuk menaklukan beberapa wilayah yang memang itu merupakan lumbung kekuatan yang memang harus segera dilumpuhkan. Walaupun kita menyadari bahwa memang kekuatan pasukan saat ini memang tidak merata. Ada beberapa perwira tempur dari beberapa kesatuan yang lagi mengalami degradasi. Ini memang harus segera dilakukan upaya terapi yang tepat dan efektif sehingga semangat tempur pasukan tidak mengalami penurunan yang drastis.

Dari diskusi komando yang berlangsung hangat, akhirnya ada beberapa keputusan strategis yang dihasilkan, yaitu disepakati bahwa ada 3 titik wilayah tempur yang harus segera ditaklukan dalam waktu 4 bulan kedepan. Berikutnya disepakati untuk menyelesaikan kondisi degradasi yang dialami pasukan, akan diadakan LATGAB yang akan diselenggarakan 9 Oktober mendatang untuk mengkondisikan pasukan agar siap diterjunkan dalam 3 titik wilayah pertempuran. Selama masa menunggu, para jenderal diminta untuk mengkondisikan pasukan tempur yang berada diwilayah komandonya. Disisi lain operasi intelijen dilakukan untuk memantau titik - titik kelemahan di wilayah tempur agar memudahkan pasukan tempur dalam melakukan upaya penaklukkan. Dan disepakati bahwa pertemuan komando akan diadakan lagi dalam kurun waktu seminggu ke depan untuk mengevaluasi dan melaporkan kondisi terkini baik di titik -titik pertempuran maupun kondisi pasukan tempur.

Akhirnya pukul 22.35 wita, rapat komando berakhir, dengan diiringi salam komando, kami pun segera meninggalkan lokasi pertemuan secara satu per satu untuk menghindari intaian dari pihak intelijen lawan. Kebetulan saya yang paling terakhir pulang karena untuk memastikan seluruh dokumen aman.

Itulah catatan sejarah yang hendak kita coba ukir dalam memenangkan pertempuran yang memakan waktu lama. Memang dibutuhkan daya tahan yang tinggi karena memang kondisi medan tempur yang kebetulan yang dihadapi betul-betul rimba belantara. Dan tidak semua orang memiliki pengalaman tempur yang sama di medan ini. Maka dari itu senantiasa dibutuhkan konsolidasi dan sinergisitas dari masing-masing komandan tempur, agar tidak terjadi degradasi dalam tubuh pasukan.

Hari ini direncanakan, saya juga akan memimpin rapat komando di pasukan tempur yang ada dibawah saya. Ini juga tantangan bagi saya sebagai Panglima operasi bagaimana pasukan tempur saya pun bersiap diri menghadapi pertempuran yang sudah ada dihadapan mata ini.

Semoga apa yang sudah direncanakan dimudahkan dan diberi kekuatan oleh Allah, agar kami bisa memenangkan pertempuran ini. Kami berharap apa yang kami lakukan menjadi catatan sejarah yang kelak bisa menjadi jariyah bagi kami semua nanti.

Kepada para pasukan komando, selamat berjuang dalam mengukir sejarah. Mari kita buktikan bahwa kita memang pasukan yang terbaik.

Selamat Berjuang. Salam Komando...!!!
esa

TERPURUK

Siapapun kita pasti pernah terpuruk
Dimana kita merasakan betapa sempitnya dada ini
Ketika tidak ada tempat untuk sembunyi
ketika semua mata melihat kita dengan tatapan yang tajam

Siapapun kita pasti pernah terpuruk
Ada rasa takut yang luar biasa dibalik gagahnya fisik kita
Ada rasa hampa yang luar biasa menyerang jiwa
Ada lorong kosong yang panjang yang harus kita lalui
Ada rasa lelah yang teramat sangat ketika jalan tiada ujung

Siapapun kita pasti pernah terpuruk
Ketika kita harus menjalani itu semua seorang diri
Tak ada teman atau sahabat yang mendampingi
Semua serba sendiri, sunyi, dan sepi

Siapapun kita pasti pernah terpuruk
Ada yang meratapi keterpurukan itu
Ada yang menyesali keterpurukan itu
Ada yang bahagia dengan keterpurukan itu
Ada juga yang bangga dengan keterpurukan itu

Kawan, semua itu pasti pernah kita alami
Kita tidak pernah kapan kita akan terpuruk
Yang pasti memang dibutuhkan kekuatan mental yang luar biasa
Untuk segera bangkit dari keterpurukan itu
Karena itu semua terjadi karena kesalahan diri kita sendiri
Tidak sepantasnya kita menyalahkan siapapun
Atas keterpurukan diri kita ini

Saya pun pernah mengalami masa-masa suram itu
Masa dimana dunia yang luas ini terasa sempit
Sahabat yang banyak serasa meninggalkan semua
Masa yang harus saya lalui seorang diri
tanpa ada siapapun yang mendampingi
Ini semua adalah resiko yang harus saya jalani
karena ini terjadi karena kesalahan diri saya sendiri

Untuk itu yang harus saya lakukan adalah segera bangkit
Mencari sesuatu yang baru
Merenung sejenak
Mengintropeksi setiap langkah yang sudah dilakukan
Mendekat kembali kepada Sang Pencipta
Untuk memohon kekuatan agar bisa segera bangkit kembali dari keterpurukan ini
Dan ini adalah proses yang panjang yang harus saya jalani
Dan itu semua membuat diri saya jauh lebih kuat
Lebih tegar
Lebih matang
Lebih dewasa
dan tentunya berusaha untuk kembali menjadi lebih baik
dan lebih baik dan terus berusaha lebih baik lagi
dalam kehidupan yang akan datang
karena kita tidak pernah tahu akhir kehidupan kita masing-masing
Semoga ketika jiwa ini dipanggil menghadap kembali kepada-Nya
jiwa ini dalam kondisi yang terbaik...
Semoga...

esa