Sang Pembelajar

Senantiasa berusaha belajar menjadi yang terbaik agar bisa berdaya guna bagi masyarakat sekitarnya

Kamis, 19 Mei 2011

Hj. SARIMAH Binti H. MESIR

Terlintas dalam pikiran melayang jauh ke belakang mengingat momen - momen indah bersama nenek tercinta.
Tanpa beliau takkan mungkin aku akan menjadi seperti ini. Beliau lah yang selama ini merawat dan membesarkanku. Tanpa menafikan keberadaan orang tuaku, bahwa memang masa-masa kecil hingga dewasa, aku selalu bersamanya. Seringkali jika aku bepergian jauh, maka orang yang pertama kali kucari adalah nenekku, maka seringkali orang tuaku, paman dan bibiku sering meledekku bahwa nenekku adalah ibu pertamaku.
Aku teringat betul ketika di waktu kecil dulu betapa nenekku sangat kuat menanamkan agama kepadaku. Beliau sering kali mengecek apakah aku bersama paman dan bibiku sudah menunaikan sholat jika kami baru datang dari bepergian. Bahkan aku ingat betul, kalo waktunya sholat shubuh, kalau kami tidak bangun setelah dibangunkan dengan lembut, maka tak segan-segan nenekku memukul atau menyiramkan air kepada kami untuk segera menunaikan sholat shubuh di mushola dekat rumah. Kalau sudah begitu kami segera berlarian untuk menuju mushola dekat rumah dan yang pasti kami kalah cepat dengan kakekku...he..he..he..Beliau sering menyampaikan bahwa anak laki itu harus sholat dimushola or masjid bukan dirumah. Dirumah itu hanya untuk anak perempuan, kecuali kalau aku ingin jadi anak perempuan.
Ada peristiwa yang sangat berkesan begitu dalam pada diriku, yaitu ketika aku diserahkan kepada seorang guru untuk diajarkan mengaji dan agama, aku ingat betul pada saat itu aku mungkin baru berusia sekitar 5 tahunan. Beliau mengatakan kepada guru ngajiku, kalau anak ini nakal dan malas belajar jangan sungkan-sungkan untuk memarahi bahkan memukulnya. Saat itu aku sangat kaget kok ada ya nenek begitu teganya mengatakan demikian kepada orang lain. Ternyata baru aku sadari betul, bahwa nenekku mengajarkan kemandirian dan tidak boleh mengandalkan nama besar keluarga nenekku. Dan itu membuat guru ngajiku leluasa untuk mendidikku secara sungguh-sungguh tanpa takut maupun sungkan dan memperlakukanku sama dengan murid-murid yang lain. Nenekku ingin mengajarkan bahwa semua orang sama tanpa memandang status sosial mereka. Dari sanalah aku juga belajar banyak tentang teman-temanku dari berbagai kalangan bahwa sebenarnya mereka semua sama dengan kita.
Ada lagi pelajaran yang aku dapatkan dari nenekku tercinta. Dahulu nenek dan kakekku sering menghadiri undangan maupun hajatan yang diadakan siapapun. Dimanapun lokasinya pasti nenekku menghadirinya. Aku ingat ketika menghadiri undangan atau hajatan pasti kami berjalan kaki menyusuri jalan ditengah kegelapan malam. Sering aku bertanya mengapa kita harus datang kepada mereka padahal aku tidak mengenal mereka dan yang pasti aku pun tidak ada temen main disana. Nenekku sering mengatakan bahwa kita harus menjaga silaturahim dengan siapapun baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal, karena banyak saudara itu menambah rezeki. Aku pribadi sangat kagum dengan nenekku, beliau sangat rajin silaturahim dengan siapapun dan itu dilakukan dengan berjalan kaki. Kadang aku mengeluh capek karena terlalu jauh jarak yang ditempuh, maka tak segan-segan nenekku menggendongku. Aku sungguh-sungguh merasa sangat dekat dengan beliau.
Dibalik sikapnya yang keras ada nilai-nilai yang beliau tanamkan kepada kami dan itu sangat tertancap kuat kepadaku hingga kini.
Tapi kini beliau telah tiada, ada kehilangan yang luar biasa bagi diriku. Saat ini tidak ada yang bisa menggantikan sosok beliau di hatiku. Beliau lah guru pertamaku. Beliau lah guru kehidupan bagiku. Beliau lah yang mengajarkan kemandirian, keberanian,tanggung jawab, kejujuran, keterusterangan, dan masih banyak lagi yang beliau ajarkan kepadaku dalam banyak interaksi..Sungguh luar biasa pengorbanan beliau kepadaku dan aku takkan sanggup membalas kebaikan-kebaikan yang beliau ajarkan kepadaku.
Ya Allah..lapangkanlah kuburnya..berikan tempat yang terbaik untuknya. Masukkan dia ke dalam surga-Mu..Ampunilah segala dosa-dosanya. Ya Allah..sampaikanlah bahwa aku sangat mencintai dan merindukannya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar