Setelah hampir 1 bulan dipenuhi dengan rumor ataupun desas-desus yang membuat kondisi lembaga ini menjadi kurang sehat, aku memutuskan untuk segera mengambil langkah-langkah penting.
Alhamdulillah dalam kurun waktu 1 minggu, Allah memudahkan segala urusan aku bertemu dengan ketua lembaga untuk mencoba mencari informasi yang beredar di mereka. Dengan panjang lebar sang ketua menyampaikan duduk permasalahan yang ada dari sudut pandangnya. Disisi lain, aku pun juga mendengarkan dari pihak yang berseberangan untuk juga mendengarkan masalah yang ada. Aku pun memutuskan untuk mencari 1 orang lagi untuk lebih memperkuat data yang ada dilapangan.
Alhamdulillah pada minggu lalu disaat aku takziah ke rumahnya bertemu langsung, setelah basa-basi dan menyampaikan belasungkawa, aku pun mencoba untuk menanyakan permasalahan yang ada dari sudut pandangnya.
Setelah mendengarkan dari 4 orang yang terlibat, akhirnya dengan wewenang yang aku miliki sebagai pembina yayasan, aku memutuskan untuk memberi mereka pembelajaran dalam menyelesaikan persoalan yang ada ditengah-tengah mereka.
Pada minggu malam kemarin, waktu yang disepakati untuk mengumpulkan seluruh jajaran pengurus yayasan, akhirnya sebagian besar pengurus hadir pada acara tersebut.
Setelah dibuka dan mendengarkan pemaparan dari ketua tentang perkembangan yayasan dan rencana yayasan kedepan. Setelah itu baru giliranku untuk memberikan pengarahan kepada mereka. Setelah menjelaskan siklus sebuah organisasi yang harus dijalankan dan juga tantangan yayasan kedepan, bahwa kedepan permasalahan utama adalah internal. Ini harus disikapi dengan bijak dan matang agar tidak menimbulkan friksi-friksi yang mungkin saat ini terjadi. Setelah pemaparan maka dimulainya diskusi untuk membuka dan menyelesaikan permasalahan. Dan ternyata luar biasa, ada oknum yang tidak diundang memberikan statement yang membuat salah seorang pengurus terpancing, akhirnya mulailah debat panas terjadi. Saat itu aku hanya mendengarkan seluruh ungkapan dan statement dari masing-masing pihak. Ada yang menyalahkan ada juga yang menjelaskan. Ada yang memancing, ada juga yang terpancing. Yang pada akhirnya semua sama-sama saling mempertahankan argumentasinya masing-masing.
Setelah puas mendengarkan kondisi debat yang panas dan situasi yang mulai kurang kondusif, akhirnya aku pun meminta izin untuk berbicara sesuai dengan kewenangan yang aku miliki.
Pelan-pelan kusimpulkan hasil perdebatan yang tadi berlangsung, dalam kondisi yang panas, aku mencoba membawa suasana santai, bahkan aku pun memberi statement sambil tertawa sambil mengatakan bahwa dalam rapat panas itu biasa yang penting setelah keluar dingin kembali. Mari kita belajar sportif dalam menghadapi masalah ini.
Saat itu aku kritisi ungkapan dari oknum untuk mengingatkannya bahwa kurang bijak rasanya kalau kita menyampaikan pesan dari seseorang yang tidak berani menyampaikan persoalan itu kepada yayasan. Kalau memang orang itu sportif dan tidak memiliki penyakit hati, buat apa dia menyuruh orang untuk menyampaikan permasalahannya. Jangan sampai kita di adu domba dengan isu atau rumor yang belum jelas permasalahannya.
Saat itu secara tegas aku sampaikan agar kita mau belajar sportif dalam menyelesaikan. Kalau itu masalah pribadi mari diselesaikan secara pribadi. Sebaliknya jika itu menyangkut mari diselesaikan secara kelembagaan. Akhirnya pada kesempatan tersebut, sang ketua meminta maaf secara terbuka karena salah dalam pengambilan keputusan beberapa waktu yang lalu. Dan akhirnya di pihak yang lain, juga secara sportif meminta maaf kepada ketua dan pengurus karena salah dalam memahami permasalahan.
Sebuah kondisi yang sering kita jumpai di tengah masyarakat yang mungkin kita juga pernah mengalami hal ini
.
Betapa banyak diantara kita yang tidak sportif dalam menghadapi masalah, seringkali ketika kita tidak berani, kita cenderung mencoba mencari pendukung dengan memberikan informasi yang mungkin bisa berdampak yang kurang baik di masa yang akan datang. Sekarang semua kembali kepada kita sendiri. Dimana posisi kita ...?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar